Edisi 16-04-2018
Saatnya Tinggalkan Gaya Hidup Pasif


GAYA hidup sedentari atau pasif menyebabkan masyarakat, terutama kaum urban, malas bergerak. Mereka lebih sering mengandalkan teknologi untuk memenuhi beragam kebutuhan.

Akibatnya, individu minim aktivitas fisik. Dr Ade Tobing SpKO mengatakan, jika dibiarkan, gaya hidup pasif akan meme - ngaruhi kesehatan tulang. Dalam keadaan normal, tulang menyambung satu dengan yang lain saat dilihat dengan mikroskop. Dia sama seperti kuku dan rambut yang terus bertumbuh. Namun, minimnya aktivitas fisik akan memperbesar risiko pengero - posan tulang (osteoporosis). “Masalahnya, pengeroposan tulang tidak memiliki gejala spesifik. Berbeda saat sendi sakit, dia menciptakan sen sasi nyeri,” kata dr Ade dalam Media Workshop “Anlene Ayo Indonesia Bergerak” di Jakar - ta yang diadakan Anlene.

Dalam kamus medis, sedentari adalah gaya hidup kurang gerak, yakni ketika individu tidak melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 30 menit selama minimal tiga hari dalam seminggu. “Aktivitas intensitas sedang yang dimaksud tidak termasuk tidur, duduk, menonton televisi, atau main g ame sambil tiduran. Makin canggih teknologi, makin banyak orang tidak aktif bergerak,” urai dr Ade. Riset International Journal of Behavioral Nutri - tion and Physical Activity tahun 2013 menyebutkan, screen time atau lamanya menggunakan perangkat elektronik, seperti gadget dan komputer, di kalangan anak muda meninggi. Penggunaan gadget sudah masuk ke tahap memprihatinkan. Rata-rata kelompok ini bermain gadget lima jam per hari.

Dampak - nya, gaya hidup sedentari da - pat berujung pada kemun cul - an penyakit degeneratif, se - per ti stroke, kanker, diabetes. Padahal, data WHO tahun 2011 menyebutkan, 60% penyebab kematian di dunia adalah penyakit degeneratif. Berangkat dari fakta ini, Fonterra Brands Indonesia melalui Anlene mengajak masyarakat Indonesia ber - gerak aktif melawan seden - tari. Tujuannya, men jaga kesehatan tulang, sendi, dan otot agar kuat sekaligus sehat. Senior Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia Ines Yumahana Gulardi mengata kan, kunci gaya hidup lebih sehat yakni mem - praktikkan olahraga rutin dan memilih pola makan sehat sekaligus seimbang.

“Sebagai bagian dari pola makan sehat seimbang, Anlene dengan formulasi MoveMax mengandung zat gizi yang membantu menjaga kekuatan dan kesehatan tulang, sendi, dan otot, sehingga kita dapat bergerak aktif,” papar Ines. Rohini Behl, Technical Marketing Advisor Fonterra Brands Indonesia, menambahkan, seiring gaya hidup modern yang dijalankan masyarakat Indonesia, tidak dimungkiri bahwa gaya hidup sedentari merupakan suatu hal yang juga banyak dilakukan. Akibatnya, menjadi penghalang bagi kita dalam melakukan yang terbaik dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

Dengan fakta satu dari empat penduduk Indonesia menjalani gaya hidup sedentari, sekarang adalah saat yang tepat untuk mengajak masyarakat Indonesia melawan fenomena ini. “Kami percaya bahwa bangsa yang kuat bermula dari masyarakat yang kuat dan kami mengajak masyarakat Indonesia bergerak lebih aktif demi Indonesia yang lebih sehat dan kuat,” kata Rohini. Dikutip Lifespanfitness.com , gaya hidup sedentari adalah tipe gaya hidup di mana individu tidak menjalankan aktivitas fisik yang cukup. Minimnya aktivitas fisik ini bertolak belakang dengan rekomendasi gaya hidup sehat yang dilancarkan Center for Disease Control (CDC) atau pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di AS.

Di mana, individu seharusnya berolahraga minimal 150 menit. Selain itu, disarankan berjalan kaki hingga 10.000 langkah per hari untuk meningkatkan kesehatan sekaligus mengurangi penyakit akibat kurang gerak. “Menurut WHO, 60%- 85% populasi dunia kurang aktivitas fisik, menjadikan kurang gerak sebagai penyebab keempat kematian global,” kata James A Levine, spesialis obesitas di Mayo Clinic.

Sri noviarni