Edisi 16-04-2018
Fuso Realisasi Mimpi Setengah Miliar


PROGRAM Truk Sejuta Mimpi yang diinisiasi Fuso tahun lalu akhirnya terealisasi. Fuso menggelontorkan uang hingga Rp500 juta untuk merealisasikan mimpi tersebut.

Siapakah pemilik mimpi tersebut? Rini Puspita Sari, warga Semarang, Jawa Tengah, mengaku sempat tidak percaya saat mengetahui lomba Truk Sejuta Mimpi yang digelar PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), authorized distributor Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC), tahun lalu. Pengumuman lomba yang dia baca lewat akun Facebook Fuso Indonesia itu awalnya hanya bercanda. "Awalnya saya sempat menganggap lomba ini benera n atau tidak. Masa k sih ada perusahaan besar yang mau mewujudkan mimpi," kata Rini. Meski demikian, Rini akhirnya memutuskan mencoba mengikuti lomba Truk Sejuta Mimpi tersebut.

Mimpi Rini Puspita Sari sederhana saja, dia ingin membuat sebuah perpustakaan yang bisa berfungsi sebagai taman baca, sekaligus rumah singgah untuk warga sekitar dan temantemannya di Lentera Nusantara (Lensa). "Lensa sudah membantu membuat perpustakaan kecil, rumah singgah, rumah untuk anak jalanan, dan tempattempat yang membutuhkan. Namun sayang, Lensa belum memiliki perpustakaan sendiri. Dari sinilah kami memiliki mimpi membangun perpustakaan untuk meningkatkan budaya diskusi dan membaca ke wilayah sekitar. Kami bersyukur mimpi ini terealisasi dengan program Truk Sejuta Mimpi," ujar Rini. Beruntungnya, mimpi yang dikirim Rini ternyata dibaca Fuso.

Dari 3.500 mimpi yang masuk ke program Truk Sejuta Mimpi, mimpi Rini dinilai sebagai mimpi terbaik. Sudaryanto, Head of Promotion PT KTB, mengatakan, mimpi yang dikirimkan Rini dilihat KTB sebagai mimpi yang paling siap dan matang untuk direalisasikan. Menurutnya, dari ribuan mimpi yang masuk ke kantor KTB, ada beberapa mimpi yang mirip mimpi yang dikirimkan Rini. Hanya, Rini bisa mendetailkan mimpi yang dia kirimkan. "Rini bisa menjelaskan seperti apa struktur pengurus yang ada di perpustakaan, bagaimana pengurusannya, dan apa saja kegiatan yang akan dilakukan di perpustakaan ini," papar Sudaryanto. Toto mengatakan, untuk me wu jud kan mimpi ini, KTB mengeluarkan dana hingga Rp500 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli lahan sekaligus membangun rumah dan per - pustakaan yang nantinya digunakan Rini dan kawan-kawan.

Sementara itu, Duljatmono, Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, mengatakan, mimpi tersebut juga sejalan dengan salah satu fokus kegiatan CSR KTB di bidang pendidikan. Sebagai good corporate citizen, KTB ingin memberikan sumbangsih melalui programprogram yang dapat memberdayakan masyarakat Indonesia. Bentuk kegiatan CSR KTB di sektor pendidikan di antaranya We Care, We Share,yaitu program perbaikan gedung dan fasilitas sekolah dasar (SD). Lalu, untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), khususnya dalam bidang automotif, KTB memiliki program Fuso Vocational Education Program serta Link & Match.

Dalam program untuk SMK, KTB memberikan bantuan berupa unit truk Mitsubishi Fuso sebagai sarana belajar, pelatihan automotif bagi siswa dan guru, serta membantu penyelarasan kurikulum. Melalui program ini, diharapkan para siswa SMK memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan industri sehingga siap memasuki dunia kerja. Pendidikan merupakan modal penting dalam membangun bangsa. Melalui berbagai program CSR dalam bidang pendidikan, KTB berharap dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Wahyu sibarani