Edisi 16-04-2018
Paslon Tak Spesifik Sampaikan Program Baru


BANDUNG –Debat publik kedua Pilwalkot Bandung dinilai be lum mampu mengungkap pro gram baru dari tiga pasangan calon (paslon). Sebagian besar solusi adalah program pengulangan yang selama ini sudah berjalan.

Pengamat pemerintahan da ri Universitas Parahyangan (Un - par) Asep Warlan Yusuf menya - yang kan, debat kedua kali ini ti - dakdimanfaatkanmaksimaloleh tiga paslon untuk menyam pai - kan program yang solutif dan baru. Paslon dinilai lebih ba nyak mengidentifikasi dan mem buat sampel persoalan ketimbang me - nyodorkan solusi konkret. “Temanya sudah sangat te - pat, mestinya bisa dipahai bah - wa media ini untuk menyam pai - kan solusi. Bukan terus meng - ulang-ulang masalah dan iden - tifikasi. Sehingga banyak solusi yang mereka tawarkan tidak terukur,” jelas Asep usai debat publik Pilwalkot Bandung di Holiday Inn, tadi malam.

Publik, lanjut dia, berharap ada solusi mengejutkan yang di - tawarkan paslon. Bukan solusi yang sudah pernah dijalankan oleh pemerintahan sebe lum - nya. “Harusnya lebih tajam, kon kret, dan bisa dikukur,” imbuh dia. Paslon nomor urut 1, Nurul Arifin dalam pemaparannya mengatakan, mengidentivikasi em pat persoalan Kota Bandung yang mesti mendapat perhatian dan dicarikan solusinya. Empat persoalan itu adalah pendidikan, kesehatan, kemacetan, dan persoalan ekonomi. “Solusi untuk masalah ke se - hat an adalah membangun pus - kes mas lengkap dengan fa si li - tas rawat inap dan dan am bu - lance setiap puskesmas. Kita tidak boleh pesimistis, karena di sini ada Unpad. Kita bisa kerja sa ma dengan mereka untuk pe - nu hi kebutuhan. Tidak ada ma - sa lah tanpa solusi,” jelas Nurul.

Sementara paslon nomor urut 2 Yossi Irianto meng ide n ti - fi kasi beberapa persoalan di Kota Bandung yang perlu pe - nyelesaian. Yaitu banjir, macet, ekonomi, dan lingkungan hi - dup. Solusi banjir, kata Yossi, ba - gai mana membuat pengelolaan banjir terpadu dari hulu ke hilir. Membuat sumur resapan, so de - tan, dan kolam retensi. Sedangkan paslon nomor urut tiga Oded M Danial meng - iden tifikasi masih banyak pe - ker jaan rumah yang harus di se - lesaikan ke depan. Namun yang pa ling besar lima persoalan yang mesti secepatnya di ca ri - kan solusinya.

Yaitu macet, ban - jir, kesenjangan ekonomi, pe la - yan an publik, dan sampah. Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Alimubarok mengatakan, melalui debat publik kedua ini, diharapkan semua paslon tahu masalah dan mengetahui solusi masalah Bandung.

Arif budianto