Edisi 16-04-2018
3 BUMN Garap Program Padat Karya Tunai


MAKASSAR– Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di wilayah Sulawesi segera merealisasikan program Padat Karya Tunai (PKT) di dua kelurahan di Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Ketiga BUMN itu, yakni PT Taspen (persero), PT KIMA, dan PT Indra Karya. Fokus kegiatan perusahaan pelat merah ini adalah mengoptimalkan tenaga kerja daerah sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Kepala Cabang Utama PT Taspen, Khaerul Rasidi menyebutkan, programinidilaksanakansebagai bentuk kepedulian BUMN terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah dan sebagai rangkaian peringatan HUT BUMN ke-20. “Ini merupakan kepedulian BUMN terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan padat karya tunai. Semua ini demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Rasidi.

Dia juga mengapresiasi partisipasi seluruh masyarakat sekitar atas kerja sama dalam menyukseskan kegiatan PKT berupa pembersihan kanal yang menjadi pusat penumpukan sampah. Sementara itu, Lurah Lette, M Jauzy menambahkan, kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat sekitar sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong peningkatan daya beli masyarakat kelas bawah. Dia berharap melalui sumbangsih bersumber dari sinergi BUMN ini dapat menunjukkan bahwa pemerintah selalu hadir dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami masyarakat sangat senang dilibatkan dalam kegiatan cash for work, di mana membuat lingkungan menjadi bersih dan tingkat kesehatan masyarakat semakin meningkat,” tuturnya. Pelaksanaan kegiatan Padat Karya Tunai (cash for work) tersebut juga sesuai dengan arahan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam acara pencanangan rangkaian kegiatan HUT bersama BUMN dan Kementerian BUMN di Walini, Jawa Barat, Maret lalu. Dalam arahan Rini menyampaikan, BUMN harus mengusahakan perbaikan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui padat karya tunai dan diharapkan mampu membantu meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan bagi masyarakat sekitar.

Diketahui, program Padat Karya Tunai di wilayah Sulawesi terdiri dari pembuatan tanggul, perbaikan paving block, perbaikan rumah ibadah, serta bersihbersih sungai dan kanal. Pelaksanaan program ini melibatkan sedikitnya 300 warga dengan menelan biaya Rp373 juta.

Vivi riski indriani