Edisi 16-04-2018
Penanganan Gawat Darurat Lebih Cepat


Jumlah dokter spesialis radiologi yang tidak sebanding dengan kebutuhan pelayanan di rumah sakit menjadi permasalahan utama penanganan kasus gawat darurat pasien.

Ini lantaran belum semua rumah sakit memiliki dokter spesaialis radiologi sehingga satu dokter harus mengampu di beberapa rumah sakit. Data per 31 Desember 2017, dokter spesialis radiologi di Indonesia tercatat ada 2.558 orang dari kebutuhan 3.620 dokter spesialis radiologi atau masih kekurangan 1.052 dokter. Akibatnya, layanan dokter spesialis radiologi kurang maksimal. Kesulitan mendapatkan akses layanan radiologi itu semakin terasa ketika pada kasus-kasus gawat darurat di luar jam kerja.

Padahal diagnosa sangat penting untuk mengambil tindakan. Hal inilah yang mendorong mahasiswa program pascasarjana (PPs) Infomatika Medis Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam indonesia (FTI UII) Yogyakarta, Mei Prabowo, mengembangkan aplikasi pelayanan radiologi berbasis Sistem Pengiriman Data Citra Medis (SPDCM) yang dapat mengirim data citra medis secara cepat dan akurat. Ter - masuk dapat meningkatkan kinerja dokter radiologi. Sebab dengan adanya apli - kasi pengiriman data citra medis ini kasus-kasus kega wat - daruratan dapat ditangani secara cepat sehingga upaya penegakan diagnosis bisa segera dilakukan.

Aplikasi ini juga mengintegrasikanuseruser terkait, misalnya bagian radiologi, dokter spesialis radiologi, dokter perujuk, dan perawat dalam proses pelayanan pasien radiologi, sehingga terbentuklah sebuah layanan interprestasi teleradiologi. “Selain pasien akan terlayani cepat meski dokter spessialis radiologi tidak ada di tempat, pencatatan admi nis - tra si juga tidak terabaikan,” pa - par Mei Prabowo soal temuan - nya tersebut. Mei Prabowo menjelaskan, aplikasi pengiriman data citra medis yang dikembangkan ini terintegrasi dengansmartphone Android. “Selama ini untuk mengolah data-data radiologi, mulai dari mem buat foto, pembacaan foto oleh dokter radiologi paling ce pat membutuhkan waktu 12 jam. Namun dengan aplikasi ini peng - olahan data radiologi bisa da lam waktu lima menit,” terangnya.

Dari segi keamanan data, SPDCM ini juga dilengkapi de ng - an fitur Otentifikasi, Oto ri sa si, Integritas, Penelusuran jejak, Pe - mulihan pascakejadian, Pe nyim - panan dan transmisi. Sis tem ini telah dimodelkan dan di uji untuk mendukung layanan Ba gian Radiologi di Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda, Tegal. “Hasil pengujian aplikasi user ten tang kegunaan aplikasi pe - ngi riman data citra medis ini menunjukan 82,60%, kemudahan pengunaan 77,89 %, kemam - puan user dalam mempelajari aplikasi 79,40 %, serta kepuasan user 78,97 %,” paparnya. Kepala Pusat Studi Infor ma - tika Medis PPs FTI UII Izzati Muhimmah menambahkan, me la lui uji tersebut dapat dike - ta hui bahwa aplikasi yang di ba - ngun sudah sesuai dengan ke bu - tuhan user.

“Namun yang lebih pen ting lagi dengan adanya apli ka si ini diharapkan kasus-ka sus ke - gawatdaruratan dapat dita nga - ni secara cepat termasuk upa ya penegakan diagnosis da pat dilakukan dalam waktu yang re latif lebih singkat,” tambahnya.

Priyo Setyawan
Yogyakarta