Edisi 16-04-2018
Peta Kekuatan Pilgub Jabar Mulai Berubah


BANDUNG–Peta kekuatan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub dan cawagub) Jawa Barat di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 mulai berubah.

Elektabilitas pasangan Rid - wan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang sebelumnya selalu berada di atas angin mulai tergeser. Dalam beberapa hasil survei yang dirilis sebelumnya, elek ta - bilitas pasangan yang meng - usung jargon Rindu itu selalu berada di posisi teratas di antara tiga pasangan cagub-cawagub Ja bar lainnya. Namun, ber dasarkan hasil survei terbaru yang dirilis Citra Komunikasi Ling ka ran Survei Indonesia (LSI Denny JA), elektabilitas Rindu mulai disalip pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi). Berdasarkan hasil survei yang digelar 21-29 Maret 2018 itu, penyebab utama rontoknya elektabilitas Rindu adalah m inim nya elektabilitas personal ca wagub Uu Ruzhanul Ulum.

Bah kan, hasil survei meng ung - kap kan, elektabilitas personal Bupati Tasikmalaya dua periode itu pun kalah dibandingkan ca - wa gub Jabar Ahmad Syaikhu yang berpasangan dengan Su - drajat (Asyik). “Dalam simulasi empat ca - lon wakil gubernur, Dedi Mul - yadi memang mengungguli ja - uh tiga cawagub lainnya dengan 38,0 persen. Inilah salah satu fak tor yang mendongkrak Ded - dy-Dedi. Sementara Uu Ruz ha - nul Ulum 16,8 persen, Syaikhu 18,9 persen, dan Anton Char - liyan 3,6 persen,” papar Direk - tur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA Toto Izul Fatah da lam pemaparan hasil survei Pil gub Jabar 2018 di Hotel Ci tarum, Jalan Citarum, Kota Bandung, kemarin.

Toto menyebutkan, meski - pun elektabilitas personal Rid - wan Kamil berada di posisi ter - atas sebesar 40,8% atau unggul tipis atas Deddy Mizwar sebesar 38,9%, namun jika dipa sang - kan dengan pasangannya ma - sing-masing, Deddy-Dedi ung - gul atas Rindu. Selain akibat je - blok nya elektabilitas personal Uu Ruzhanul Ulum, Deddy-De - di pun diuntungkan oleh elek ta - bilitas Dedi Mulyadi yang me - lambung tinggi. “Sehingga, elektabilitas pa - sangan Deddy-Dedi naik menja di 43,2 persen, sementara Rin du menurun ke posisi kedua dengan 39,3 persen,” sebutnya.

Menurut Toto, jika tak ada per gerakan luar biasa, bukan mus tahil Rindu akan terseret pelan-pelan kalah dalam per ta - ru ngan. Apalagi, jika merujuk pa da tren elektabilitas Rindu yang terus menurun. Sebab, kata Toto, tidak mudah bagi kan didat yang memiliki tren menurun untuk mencetak rebound. “Sebaliknya, jika pasangan Deddy-Dedi berhasil me ning - kat kan pengenalan dan kesu ka - an nya melalui aneka program yang masif dan menyentuh ma - sya rakat Jabar, bukan mustahil bisa lolos sebagai pemenang. Apa lagi, trennya selama ini terus naik,” paparnya. Terlebih, lanjut Toto, Dedi Mulyadi pun masih berpotensi me naikkan tingkat pengen a - lan nya yang masih di kisaran 55 per sen, sementara tingkat ke - su kaannya sudah cukup tinggi sebesar 73 persen.

Survei juga me nunjukkan, Dedi Mulyadi me miliki pemilih militan yang cu kup besar sebanyak 26,6 per - sen. Sementara Uu Ruzhanul Ulum 12,5 persen, Ahmad Syai - khu 4,3 persen, dan Anton Char liyan yang berpasangan de ngan Tubagus Hasanudin (Ha sanah) hanya 1,8 persen. “Biasanya, mereka inilah ka - tegori pemilih yang tak akan per nah berubah sampai hari H pe milihan nanti,” katanya. Toto menambahkan, untuk dua pasangan lainnya, yakni Asyik dan Hasanah, hasil survei menunjukkan bahwa kondisi yang dialami Dedy-Dedi dan Rindu juga terjadi pada Asyik dan Hasanah. Dalam simulasi personal, Sudrajat harus puas dengan raihan 4,2 persen. Tapi saat dipasangkan dengan Ah - mad Syaikhu, elektabilitasnya naik menjadi 8,2 persen.

“Sementara elektabilitas pa - sangan Hasanah hanya 4,1 per - sen. Tampaknya pasangan ini belum bisa saling menyumbang karena elektabilitas masingmasingnya masih sangat ren - dah,” tandasnya. Diketahui, survei meng gu - na kan metode multistage ran - dom sampling dengan total res - po nden sebanyak 440 orang dan margin of error sekitar 4,8 persen. Peta politik menjelang Pil - gub Jabar 2018 masih dinamis. Tingginya angka masa me - ngambang (swing voter) yang berada di angka sekitar 30% membuat semua calon masih dimiliki para calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub dan cawagub).

Pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan Yusuf menga takan, meski sejumlah lembaga survei menempatkan pasangan cagub dan cawagub tertentu memiliki peluang kemenangan paling besar, namun hal itu bukanlah jaminan. Asep menyatakan, semua pasangan cagub dan cawagub Jabar masih memiliki peluang yang sama untuk memenangi Pilgub Jabar 2018. “Saat ini, semua paslon peluangnya masih sama. Mereka masih berpeluang menjadi pemenang karena suara mengambangnya masih cukup besar, di atas 30 persenan,” ungkap Asep, tadi malam.

Agung bakti sarasa