Edisi 17-04-2018
Dicari Penyidik , Setnov Menginap di Hotel


JAKARTA - Teka-teki keber adaan terdakwa perkara korupsi proyek e-KTP Setya Novanto (Setnov) saat dicari tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 15 November 2017 malam terjawab.

Mantan ketua DPR ter sebut ternyata menginap di sa lah satu hotel di kawasan Sentul, Jawa Barat. Fakta ini terungkap saat Deisti Astriani Tagor, istri Setnov, memberikan kesaksian dalam persidangan dengan ter - dak wa dokter spesialis Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH) Bimanesh Sutarjo. Deisti Astriani Tagor me nu tur - kan, sebelum kejadian Rabu, 15 November 2017 memang ada surat panggilan pemeriksaan dari KPK untuk pemeriksaan Setnov sebagai tersangka. Dia membeberkan, pada Rabu, 15 November 2017 ma - lam sekitar pukul 21.30 WIB mem ang Setnov pulang ke rumah di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan.

Kepulangan Set - nov tersebut seingat Deisti terjadi sebelum tim KPK men - datangi rumah tersebut. Deisti yang masih ada di lantai atas kemudian diberi ta - hukan orang rumah bahwa ada sedikitnya 15 orang dari KPK yang datang. Deisti sempat bertanya ada siapa di bawah dan diinformasikan oleh orang ru - mah bahwa ada Fredrich Yunadi selaku pengacara Setnov.

“Jadi saya tetap di atas saja. Pas orang KPK datang Bapak (Setya Novanto) sudah enggak ada, sudah keluar. Malam itu (Rabu, 17 November 2017 malam) sa - ya enggak tahu ke mana. Pas Bapak sudah masuk rumah sakit tanggal 16 (16 November 2017) setelah kecelakaan, saya tanya ke Bapak, malam se be - lumnya (Rabu 15 November) ke mana. Katanya ke Sentul nginap di hotel,” ucap Deisti di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Anggota majelis hakim Sigit Herman Binaji mengonfirmasi ke Deisti tentang nama hotel di Sentul yang menjadi lokasi menginap Setnov pada Rabu, 15 November 2017 malam. Deisti mengaku tidak menge ta - hui nama hotelnya, yang jelas sebuah hotel di Sentul, Bogor. Hakim Sigit penasaran kenapa Deisti mau menandatangani surat kuasa untuk Fredrich sebagai kuasa hukum keluarga.

“Kan tersangkanya Pak No vanto, bukan keluarga?” cecar hakim Sigit. “Kalau enggak salah, Pak Fredrich bilang untuk dampingi saya pas ada kegiatan KPK itu,” ungkap Deisti.

Sabir laluhu