Edisi 17-04-2018
Jepang dan China Hindari Perang Dagang


TOKYO - Jepang dan China sepakat perang dagang akan memiliki konsekuensi serius bagi ekonomi dunia.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Taro Kono mengungkapkan hal itu setelah dialog ekonomi tingkat tinggi antara kekuatan ekonomi terbesar kedua dan ketiga dunia. Kekhawatiran meningkat tentang perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) ka rena keduanya saling me ng ancam menerapkan ta - rif. Je pang juga telah dikritik Pre si den AS Donald Trump ten tang perdagangan dan akan terkena tarif untuk baja dan aluminium. Meski demikian, Tokyo belum mengancam m e - nerapkan tarif pada AS sebagai langkah balas an.

“Kami telah saling me ma - hami bahwa perang dagang, ti - dak peduli dengan negara mata, akan memiliki dampak sangat besar bagi kesejahteraan eko - no mi internasional,” kata Kono setelah dialog pertama Jepang dan China dalam lebih dari tujuh tahun terakhir. Kono dan Menlu China Wang Yi menjadi ketua bersama dalam pertemuan di Tokyo, kemarin. Wang juga memiliki ja batan se - bagai Penasihat Ne gara China sehingga ke ha di ran nya di Je - pang sangat penting bagi pe r - baikan hubungan ke dua negara yang sering konflik tersebut. Pasar keuangan telah bereaksi baru-baru ini karena kha - watir dengan perang dagang antara AS dan China dapat meng ganggu perdagangan glo - bal dan pertumbuhan ekonomi dunia.

Isu perdagangan akan menjadi agenda penting dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) antara Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dan Pre si - den AS Donald Trump pekan ini. Tokyo berupaya meng hin - da ri masuk dalam pembicaraan kesepakatan perdagangan be - bas dua arah yang bertujuan tidak hanya pada akses pasar, tapi kebijakan moneter dan mata uang. Kono menjelaskan, ada kemungkinan Jepang bekerja sama dengan China dalam proyek Belt and Road atau Jalur Sutra Baru yang digagas Beijing. “Sangat mungkin Jepang beker ja sama dengan China untuk berbagai proyek (Belt and Road) dari kasus per kasus di mana standar internasional ter pe nu - hi,” ujar Kono dikutip kantor berita Reuters .

Belt and Road Initiative diluncurkan Presiden China Xi Jinping pada 2013 untuk mem bangun jaringan Jalur Sutra modern yang meng hu - bungkan China melalui darat dan laut ke Asia Tenggara, Asia Tengah, Ti mur Tengah, Eropa, dan Afrika. Abe dan Xi berjanji tahun lalu untuk memperbarui hu - bung an yang kadang meng ala - mi konflik antara dua kekuatan ekonomi terbesar Asia itu. Wang yang pernah tinggal delapan tahun di Jepang se bagai diplomat, termasuk tiga tahun sebagai duta besar (dubes), menjelaskan perubahan iklim ekonomi menghadirkan peluang baru.

Syarifudin