Edisi 17-04-2018
2019, Pemerintah Fokus Bangun Sumber Daya Manusia


MERAUKE –Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan.

Setelah infrastruktur selesai, pembangunan sumber daya manusia (SDM) akan men - jadi sasaran berikutnya. Selama empat tahun ini, pem bangunan infrastruktur di lakukan untuk membuka ak - ses bagi masyarakat per ba tas - an. “Bagaimana membangun SDM kalau tidak ada jalan ke sana. Lalu tidak ada listriknya, tidak ada sekolah. Intinya bah - wa infrastruktur untuk mem - bu ka sekat-sekat itu. Tahap ber - ikutnya membangun SDM,” kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Ke amanan (Menkopolhukam) Wi ran to saat acara “Pencanangan Gerakan Pembangunan Ter pa du Ka wasan Perbatasan (Ger bangdutas) 2018” di kantor Bu pati Merauke, Papua, kemarin.

Wiranto mengatakan bahwa pembangunan SDM akan jadi fokus pemerintah secara me - nye luruh tahun depan. Menu - rutnya, SDM menentukan daya saing suatu negara. “Sebab ke depan nanti kita tidak lagi bersaing sumber daya alam. National resources susah kuno. Dan yang akan bertanding adalah human capital. SDM yang tercerahkan dan dicerdaskan,” tuturnya. Meski demikian, alokasi anggaran pembangunan fisik di wilayah perbatasan dalam bi - dang pendidikan tidaklah se di - kit. Untuk 2018 ini, alokasi ang - garan pendidikan khusus perbatasan mencapai Rp7,4 tri - liun. “Anggaran Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) tinggi sekali su pa - ya SDM naik kualitasnya,” ungkap Wiranto.

Selain itu, dia menegaskan pembangunan perbatasan bu - kan lah bentuk politik mer cu - suar pemerintah. Akan tetapi, hal nyata yang dilakukan pe me - rintah untuk mewujudkan ke - adilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Ini sesuatu yang sangat pen ting untuk dipahami ma sya rakat bahwa pem ba - ngun an perbatasan bukan aksiaksian, demonstrasi, atau halhal se ma cam politik mercusuar. Tapi akibatnya, dampaknya pas ti akan lebih bangga lagi ter - hadap bangsa,” ujarnya. Terlebih lagi dampak-dam - pak pembangunan perbatasan ini sudah mulai terlihat. Dia mengatakan bahwa jalan-jalan baru, sarana transportasi, pe la - buhan darat dan udara telah tampak di area-area terluar Indonesia.

Selain itu, juga dila ku - kan pembangunan pos lintas batas negara (PLBN). “Kalau dulu kumuh dari se - be rang, sekarang di tujuh dae - rah perbatasan PLBN kita su - dah sangat membanggakan. Bah kan menjadi daya tarik ma - syarakat seberang untuk me - lihat kita, datang ke sini belanja ke sini, balik lagi,” tuturnya. Lebih lanjut dia menga ta - kan, dari hasil evaluasi pelak - sana an pembangunan perba - tas an, sinergitas antara ke - mente ri an/lembaga dan kepala dae rah sangatlah penting. Jika sinergitas tidak ada maka dapat dipastikan pembangunan per - ba tasan tidak akan maksimal. “Sinergitas itu kuncinya. Peran kepala daerah penting,” paparnya.

Menteri Dalam Negeri (Men dagri) selaku Kepala Ba - dan Nasional Pengelola Per ba - tasan (BNPP) Tjahjo Kumolo menambahkan, pembangunan perbatasan merupakan pe - ngem bangan dari Nawacita, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, di mana pem - bangunan yang dilakukan se - cara Indonesia sentris. “Pak Jo ko wi ingin semua per batasan dibangun. Pak Jo - ko wi ingin dari ujung Rondo, Natuna, Skouw, seluruh per ba - tasan bagus dan ada manfaat ba gi masyarakat sekitar,” kata - nya.

Menurutnya, pemerintah saat ini tidak saja membangun infrastruktur semata di per - batasan, tetapi juga dilengkapi dengan pembangunan in - frastruktur sosialnya. Dalam hal ini, selain membangun PLBN, pemerintah juga terus me leng kapinya dengan saranasarana pendukungnya se hing - ga pem bangunan di perbatasan pun dilakukan secara kompre - hensif. “Pasar darurat (tra - disional), rumah sakit (pus - kesmas), sam pai koramil, pol - sek, markas pamt as, gurugurunya untuk sekolah me - nengah, jangan mau kalah sama sebelah,” kata Tjahjo. Mantan anggota DPR ini menekankan bahwa pemba - ngunan perbatasan tidaklah bisa dilakukan secara instan, tetapi harus berkesinam bung - an.

“Jadi apa yang dicanangkan ini tidak harus satu tahun se - lesai, tapi ini meletakkan fon - dasi yang bisa tiga tahun, lima tahun, atau bahkan 10 tahun selesai,” ungkapnya. Dia mengatakan pengelo la - an perbatasan negara tahun 2018 telah dialokasikan ang - gar an Rp21,95 triliun pada 27 kementerian/lembaga untuk beberapa kegiatan, di antaranya pembangunan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan sosial dasar, dan pemenuhan ke bu - tuh an pokok/kedaulatan pa - ngan. “Pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan,” ungkapnya.

Penjabat Gubernur Papua Soedarmo mengatakan, pem - ba ngunan perbatasan merupa - kan momentum penting bagi masyarakat Papua. Hal ini ter li - hat dari pembangunan PLBN di Skouw, yang telah menjadikan wilayah perbatasan sebagai menjadi kunjungan wisata. “Kami harap melalui Pak Menko Polhukam, mudah-mu - dahan ke depan bisa dibangun PLBN yang lain, sehingga kami bisa dapatkan devisa sebagai dampak pembangunan di per - batasan,” tuturnya.

Dia pun mengajak jajaran - nya dan bupati/wali kota di provinsi melakukan sinergitas terhadap program-program pem bangunan. Dengan begitu, perbatasan di Papua ke depan dapat menjadi kantong-kan - tong pertumbuhan ekonomi. “Kita membangun perba tas - an ini bisa menjadi daerah madu. Kalau namanya madu, begitu ada madu pasti banyak semut yang datang. Kami ber - tekad untuk mendukung pro - gram pemerintah pusat terkait pembangunan perbatasan,” jelasnya.

Bupati Merauke Frederikus Guinea mengatakan adanya pen canangan gerbangdutas akan menjadikan wilayah per - ba tasan sebagai garda terdepan yang dapat menjaga martabat, kesatuan, dan kedaulatan bang - sa. Dia optimistis pencanangan ini akan berdampak signifikan bagi perekonomian di wilayah perbatasan. “Pencanangan ini akan memberikan multiplier effect,” ungkapnya. Ketua Lembaga Adat Distrik Sota Daud Limar mengakui bahwa pembangunan infra - struk tur yang dilakukan peme - rintah di kawasan Pos Lintas Batas (PLB) Sota manfaatnya telah dirasakan masyarakat. Salah satu manfaat itu ter li - hat dengan masyarakat dari ne - gara tetangga yang memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari dengan datang ke Indonesia.

“Setiap hari itu bisa sampai 20 orang lebih yang datang kemari. Itu mereka biasanya berbelanja berbagai kebutuhan,” ujarnya. Dia mengaku dalam hal la - pangan pekerjaan di wilayah yang berbatasan langsung de - ngan Papua Nugini ini masih mi nim. Dia mengatakan masih banyak pemuda menganggur dan mengisi waktu dengan berburu. “Jika pemerintah pusat ingin membantu maka bantu pertanian Sota dengan kirim penyuluh. Dengan demikian, hasil pertanian akan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Dita angga

Berita Lainnya...