Edisi 17-04-2018
Nyabu, Mantan Anggota DPR Dibekuk


JAKARTA -Polda Metro Jaya menangkap mantan politikus Arbab Paproeka saat mengon sumsi narkoba jenis sabu.

Penangkapan ini menambah panjang daftar politikus yang ter libat kasus penyalahgunaan obat terlarang tersebut. Sebelumnya politikus muda da ri Partai Golkar Indra J Pi - liang juga ditangkap karena me - ngon sumsi narkoba di sebuah tem pat hiburan malam di ka wa - san Taman Sari, Jakarta Barat, ak hir tahun lalu. Selain politikus, sepanjang 2018 ini Polda Metro Jaya juga me nangkap enam artis yang ter li bat dalam penyalahgunaan nar koba. Mereka adalah Je n ni - fer Dunn, Roro Fitria, Fachri Al - bar, Dhawiya Zaida, Rizal Dj ibran, dan Riza Shahab.

Kepala Bidang Humas Polda Me tro Jaya Kombes Pol Argo Yu wo no menjelaskan, mantan an g gota Komisi III DPR dari Frak si PAN itu ditangkap saat se dang menghisap sabu di Apar temen D Mantion Tower Ca pilano, tepatnya di lantai 19, Ke mayoran, Jakarta Pusat. Menurut dia, Arbab di tan g - kap Jumat (13/4) sekitar pukul 22.15 WIB. Selain meng aman - kan tersangka, polisi juga me - nyi ta sejumlah barang bukti be - ru pa satu set alat hisap sabu dan plas tik kelip narkotika jenis sa - bu. “Arbab langsung di ge lan - dang ke Mapolda Metro Jaya un tuk dilakukan pemeriksaan le bih lanjut,” ujar Argo.

Senada, Direktur Reserse Na r koba Polda Metro Jaya Kom bes Pol Suwondo Naingg o - lan menegaskan akan mencari pe masok narkoba ke Arbab. “Ki - ta cari pemasoknya. Kita buru sam pai ke atasnya. Jadi setiap ka mi menangkap, seninya itu me n cari pengedarnya. Terus ka mi cari bandarnya,” tuturnya. Menurut dia, penyidik ma - sih mendalami keterangan Ar - bab terkait kepemilikan sabusa b u seberat 0,8 gram itu. “Ka - mi me yakini pasti ada yang me ma sok. Itu sedang kami ca - ri,” kata Suwondo. Disinggung soal kehadiran sa lah satu petugas keamanan apa r temen, Suwondo meng - aku, petugas tersebut hanya di - ja dikan saksi agar yang be r sang - kutan tidak mengelak apabila po lisi menemukan narkoba.

“Satpam itu hanya jadi saksi. Da lam kasus ini, polisi harus meng hadirkan saksi yang bu - kan petugas. Semua kita bikin trans paran,” ujar Suwondo. Psikolog Universitas Pan - ca si la (UP) Aully Grashinta me ni lai, penyalahgunaan nar - ko tika su dah merajalela. Saat ini nar ko ti ka digunakan oleh ber bagai ka langan, baik re ma - ja, orang de wasa, pekerja, swas ta, mau pun pe me rin tah - an. “Kalau di li hat, tampaknya me mang tidak ada peng awas - an yang cukup ke tat. Hal ini mem buat kantor di ra sa cukup aman untuk me ngon sumsi nar kotik,” ucapnya. Menurut dia, pandangan bah wa orang dewasa cukup pa - ham akan etika dan norma hu - kum tidak berlaku pada kasus ini.

“Pada politikus ini tidak meng indahkan etika dan me la - ku kan pelanggaran di kantor baik secara etis maupun h u - kum,“ tukas Aully. Dia menambahkan, ke mu - dah an akses dalam mend a pat - kan narkoba dan kepribadian men jadi faktor yang me nen tu - kan. Sebenarnya perilaku peng gu naan dan adiksi bisa di - la k u kan oleh siapa pun dengan se mua latar belakang pe n di - dik an, usia, dan ekonomi. “K e - pri ba di an di sini adalah ke - mam puan me lakukan coping ter hadap ma sa lah yang di te - mui salah sa tu nya ada tu n tut - an hidup,” ungkapnya.

Menurut Aully, manusia se - lalu ingin berada dalam kondisi nya man. Narkoba merupakan sa lah satu cara agar dapat me lu - pa kan sejenak masalah yang di - ha dapi sehingga merasa nya - man. Meski demikian, faktor adi ksi dari narkoba me nim bul - kan masalah yang berbeda. Substansi narkoba me nye - bab kan adiksi sehingga tubuh akan terus membutuhkan ini agar merasa nyaman. “Terus me nerus dan semakin lama se - m a kin meningkat. Karenanya, ki ta sebut sebagai kecanduan. Ini ada pengaruhnya antara ki - ner ja seseorang,” kata Aully.

Di sisi lain, Badan Nar ko tika Na sional Provinsi (BNNP) DKI Ja karta memutuskan artis si ne tron Riza Shahab ber sama li ma rekannya harus menja lani re habilitasi rawat jalan se lama de lapan kali per te muan ter h i tung pada 16 April sam pai 16 Mei.

Helmi syarif/ r ratna purnama