Edisi 17-04-2018
Panglima TNI Minta Kopassus Berinovasi


JAKARTA - Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) diminta mengantisipasi berbagai perkembangan terkait dengan bidang tugasnya dan jangan mudah berpuas diri serta larut dalam kebanggaan semata.

Setiap tugas yang diper ca - yakan ibarat pertaruhan besar bukan hanya bagi TNI, me lain - kan juga bagi bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sam bu - tannya pada acara Syukuran HUT Ke-66 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dengan tema “Mewujudkan Prajurit Ko passus yang Disiplin, Pro fe - sional, dan Dicintai Rakyat dengan Dilandasi Akhlak, Moralitas, dan Integritas” ber tem - pat di Gedung Balai Komando, Cijantung, Jakarta Timur, kemarin.

“Kopassus harus mampu dan terus berinovasi serta ber - adaptasi menyikapi berbagai perkembangan zaman. Kopassus harus menjadi pelopor dan berada di ujung terdepan dalam hal inovasi-inovasi terkait operasi khusus di tubuh TNI,“ kata Panglima TNI. Dia mengungkapkan bahwa 66 tahun yang lalu Kopassus lahir dari sebuah tekad dan pemikiran seorang Slamet Riyadi, pemuda berusia 23 tahun, dengan analisis kritisnya telah mampu memikirkan arti penting satuan kecil berke mam - puan khusus. “Saat ini mungkin kita tidak terlalu menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Namun de mi - kian, jika dikaitkan dengan konteks yang terjadi saat itu, maka pemikiran Slamet Riyadi pada hakikatnya merupakan lompatan inovatif di zaman - nya,” ucapnya.

Panglima menyampaikan bahwa prajurit Kopassus harus mampu memadukan kekuatan mental dan fisik dengan pe - nerapan teknologi mutakhir. Menurut dia, kekuatan mental dan fisik adalah kapital dasar yang standarnya harus se nan - tiasa dipelihara, namun dengan tetap memiliki daya inovasi dan adaptasi. “Dengan memelihara kemampuan mental dan fisik serta menerapkan teknologi maju secara tepat, maka kita telah memberikan peluang ter - baik bagi anggota pasukan khu - sus untuk berhasil dalam me - laksanakan berbagai misi,” ungkapnya.

Pengamat militer dan in te - lijen Susaningtyas Kertopati berharap prajurit Kopassus te - rus meningkatkan kemampuan intelijennya dalam meng ha da pi berbagai ancaman. “Seiring de - ngan pergeseran ancaman yang dihadapi pasukan khusus militer secara global, Kopassus per la - han, tapi pasti ber me ta morfosa menjadi pasukan khu sus yang meskipun tetap me miliki ke - tang kasan dan ke he batan mili - ter khusus serta ope rasi Sandi Yudha, tetapi lebih humanis dan strategis,” tutur nya. Mantan anggota Komisi I DPR ini menilai, perang proxy yang kini menyebar di seluruh dunia harus menjadi pengeta huan yang di - kua sai prajurit Ko passus sehingga kemampuan intelijen Sandi Yu - dha juga memiliki kemampuan meng ha dapi perang modern dan asimetrik.

Menurut dia, Sandi Yudha sebagai suatu operasi intelijen dalam tubuh Kopassus kini dituntut lebih piawai dalam melaksanakan operasi yang sifatnya pencegahan, preven tif, dan cipta kondisi. “Terlebih saat ini terorisme dan radika lisme ancaman faktual yang harus kita waspadai dan di ta ngani secara holistik hingga ke tingkat embrionya,” terangnya. Untuk itu, perempuan yang akrab disapa Nuning ini ber harap Kopassus menjadi pasukan yang profesional dan mampu menunaikan segala tugas yang diembannya. “Dirgahayu Kopas sus. Semoga semakin jaya dan amanah sebagai pasukan khusus yang mengandal Sandi Yudha,” ucapnya.

Sucipto