Edisi 17-04-2018
Pemerintah Akan Bentuk Cyber University


TANGERANG SELATAN - Demi memperluas kuliah daring di seluruh perguruan tinggi di Indonesia, pemerintah akan membentuk Cyber University.

Hal ini sebagai dasar pengembangan kampus daring (online). Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Men - ris tek-Dikti) Mohammad Na - sir mengatakan, pembelajaran da ring ini harus segera di ma - sifkan untuk meningkatkan Ang k a Partisipasi Kasar (APK). Ka rena itu, pendidikan tinggi ti dak bisa lagi hanya meng an - dal kan kuliah tatap muka. Menurut Nasir, saat ini APK pen didikan tinggi di Ind o ne sia 31,5%, sementara Ma lay sia 37,2%, Thailand 51,2%, Si nga - pu ra 81,7%, dan Korea Se l atan 92,4%.

“Ini per tum buh an luar bia sa, maka pe r gu ru an tinggi ki - ta harus di do rong berinovasi. On line learn ing harus didorong agar per gu ru an tinggi makin ber - kua li tas,” kata Nasir seusai per t e - mu an dengan pimpinan 90 PTN di kampus Universitas Ter buka, Tangerang Selatan, kemarin. Mantan rektor Universitas Di ponegoro ini menjelaskan, se bagai dasar pengembangan kam pus daring maka akan di - ben tuk Cyber University yang ang gotanya adalah dari per gu - ruan tinggi yang memiliki ke - mam puan IT, mampu mem - buat modul pembelajaran, dan me lakukan penilaian.

Pemben tukan Cyber University ini akan diperkuat dengan per - atur an menteri yang akan di - ke luarkan April nanti. Nasir menjelaskan, tugas Cy ber University adalah me - me riksa apakah modul pem be - lajaran yang dibuat para dosen su dah sesuai kriteria atau be - lum, menyusun sistem re gis - tra si mahasiswa, sistem per ku - liah an dan ujian, serta sistem pem berian tugasnya. “Karena ini (pendidikan) sistem peng - awa san jarak jauh, ini menjadi sangat penting,” katanya. Untuk mendorong per gu - ru an tinggi menjalankan ku - liah daring, ucap Nasir, ke men - te rian akan mengubah no - men klatur yang selama ini men jadi penghalang per gu ru - an tinggi menjalankan kuliah da ring.

Salah satunya terkait rum pun ilmu serta rasio dosen dan mahasiswa. Selain itu, Kemenristek- Dik ti juga mendorong Badan Akre ditasi Nasional Per gu ru - an Tinggi (BAN-PT) untuk me nyem purnakan skema pe - ni l ai an bagi perguruan tinggi yang me n jalankan kuliah da - ring. Pa salnya, Cyber Uni ver - si ty ha nya berlaku secara in - ter nal, se dang kan eksternal akan tetap mem butuhkan pe - ran BAN-PT de ngan per ubah - an regulasi penilaian. Sebagai kampus yang su - dah terlebih dahulu me nye - leng garakan PJJ, Ke men ris - tek-Dikti memberikan man - dat kepada UT untuk memberi ma sukan dan mendukung se - lu ruh perguruan tinggi negeri da lam pelaksanaan pen di dik - an jarak jauh tersebut sesuai ka pasitas dan fasilitas yang di - mi liki UT.

Rektor UT Ojat Darojat me - nga takan, kepercayaan yang di berikan kementerian me ru - pa kan kehormatan bagi UT. Dia menjelaskan, UT telah meng ambil langkah konkret mem bangun kerja sama de - ngan beberapa perguruan ting gi di Indonesia untuk me - nyuk seskan program strategis PJJ dan Online Learning. “UT siap sukseskan dan mem bantu perguruan tinggi lain dalam program PJJ dan Online Learning, “ terangnya. Rektor Institut Teknologi Ban dung (ITB) sekaligus Ke - tua Majelis Rektor Perguruan Ting gi Negeri Indonesia (MRPTNI) Kadarsyah Suryadi me ngatakan, sistem pen d i dik - an jarak jauh ini diharapkan da - pat meningkatkan APK In do - ne sia yang saat ini masih di ang ka 31,5%.

“Saya kira apa yang di sam - paikan Pak Menteri ketika ber - te mu di Medan lalu, kita dapat me ningkatkan APK kita yang ren dah dibanding Malaysia 37,2%, Thailand 51,2%, Si nga - pu ra 82,7%, dan Korea 92,4%, “ ujar Kadarsyah. Dia menerangkan, ITB sen - diri telah menjalankan kuliah da ring sejak 2012 dengan m e - to de Blended Learning, yakni ga bungan materi yang di da - ring kan dan ada yang masih de ngan tatap muka. Dia men - je laskan, sistem Blended di la - ku kan karena ada mata kuliah yang masih butuh praktikum dan diskusi langsung antara do sen dan mahasiswa, serta m a hasiswa dan mahasiswa. “Hing ga saat ini ada lebih dari 500 mata kuliah yang online,” ujar Kadarsyah.

Kadarsyah menjelaskan, saat ini ITB telah menjangkau le b ih luas mahasiswa lewat ku - liah daring sejak bergabung de - ngan Sistem Pembelajaran Da - ring Indonesia (SPADA) yang dibentuk Kemenristek-Dik ti. ITB menawarkan setiap ma - hasiswa dari seluruh In do ne - sia untuk mengambil mata kuliah daring yang ditawarkan ITB, dan akan mendapat nilai lang sung dari kampusnya.

Neneng zubaidah







Berita Lainnya...