Edisi 17-04-2018
94 Ton Rotan Gagal Diselundupkan ke Malaysia


JAKARTA – TNI Angkatan Laut (AL) menggagalkan upaya penyelundupan 94 ton rotan jenis sega yang akan di kirim menuju Sibu, Sara wak, Malaysia.

Komandan Pangkalan Uta ma TNI AL XII (Lanta mal XII) Lak samana Pertama Gregorius Agung mengung kapkan, upaya penggagalan penye lun d upan ber - awal dari operasi KRI Sem - bilang-850 di perairan Pu lau Da tu men dekati perba tas an In d onesia-Malaysia di koor - dinat 01.26’070” U-108. 55’075” T pa da 7 April 2018. Kapal KRI Sembilan-850 pun kemudian mendekati KLM Putri Setia dengan bo - bot GT 51 untuk melakukan pe me rik saan. “Dari hasil pe - me rik saan dan peng ge le dah - an kapal, ditemukan muatan rotan jenis sega sebanyak 94 ton yang ber dasarkan ke ten - tuan yang ber laku dilarang untuk diekspor,” ujar Gre gorius kemarin.

Menurut dia, berdasarkan ha sil pemeriksaan, se ha rus - nya kapal tersebut berlayar menuju Jam bi. Namun, saat d i tang kap, posisi kapal me - nyimpang sa ngat jauh me nu - ju utara meng arah ke perairan Malaysia. Berdasarkan kesaksian na - k hoda, pemberitahuan ren - cana kapal menuju Jambi ada - lah fiktif untuk men dapatkan surat persetujuan berlayar (SPB) dari syah ban dar. “Se - dang kan tujuan se sung guh - nya kapal ini adalah ke sini, Ma - laysia, untuk me nye lun dup - kan rotan,” jelas Gre gorius. Saat ini enam ABK KLM Putri Setia beserta barang bukti rotan masih diamankan di Mako Lantamal XII Pon ti - anak untuk proses hukum selanjutnya.

Rencananya, ka - sus ini akan dilimpahkan ke pihak yang berwenang untuk proses lebih lanjut. KRI Sembilang-850 salah satu unsur Satuan Patroli Lantamal XII yang tergabung dalam satuan tugas “Operasi Poros Sagara 2018” di bawah kendali Operasi (BKO) Gus - pulabar berhasil menangkap KM Putri Setia GT, 51 ton yang bermuatan rotan se lun - dupan seberat 94 ton, di per - airan Pemangkat, Kaliman - tan Barat. Danlantamal XII Laksma na Pertama TNI Gre gorius Agung WD menga takan, penangkapan berawal saat KRI Sembilang- 850 me lak sa na kan patroli di sekitar perairan Kalimantan Barat melihat ada sebuah kon - tak kapal dengan meng gu na - kan teropong ka pal.

Selanjutnya setelah dipas - ti kan dengan menggunakan Radar Sperry Marine oleh Ja - ga Radar, kemudian dideteksi bahwa kontak tersebut di ya - kini merupakan kontak kapal. Selanjutnya KRI Sembilang- 850 bermanuver mendekati kontak dan diyakinkan lagi secara visual terlihat jelas bah wa kontak tersebut ada - lah sebuah kapal layar motor sa rat muatan. Komandan KRI Sem bi - lang-850 Mayor Laut (P) Wida Adi Prasetya menambahkan, lima ABK kapal tidak me mi li - ki buku pelaut, tiga orang ti - dak terdaftar di Buku Sijil, ber layar tanpa ada KKM, ti - dak memiliki sertifikat Garis Muat kapal, tidak memiliki sertifikat susunan perwira.

Dan, yang memberatkan adalah mengekspor produk kehutanan yaitu rotan jenis saga secara ilegal ke Malaysia serta surat faktur angkutan hasil hutan bukan kayu dari Kementerian Lingkungan Hi - dup dan Kehutanan sudah tidak berlaku lagi. “Kuat dugaan KM Putri Setia telah melakukan tindak pidana pelayaran dan illegal logging di perairan Barat Laut Pemangkat, Kalimantan Barat,” terangnya.

Sucipto