Edisi 17-04-2018
Bangladesh dan UNHCR Sangkal Klaim Repatriasi Myanmar


DHAKA - Pemerintah Bangladesh dan Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) menyangkal klaim Myanmar tentang repatriasi lima orang anggota satu keluarga Rohingya.

Bangladesh dan UNHCR me nyatakan tidak terlibat dalam repatriasi apa pun se - macam itu. Komisioner Re pa t - riasi dan Pemulihan Pengungsi Bangladesh Abul Kalam men - jelaskan, satu keluarga dengan lima orang anggota itu berada di wilayah Konarpara di lahan tak bertuan antara kedua ne - gara. Kelima orang itu telah ma suk kembali ke wilayah Myan mar dan dibawa ke pusat penerimaan yang dibangun Myanmar. “Ini bukan repatriasi, ini pro paganda,” ujar Abul Ka - lam pada kantor berita Reuters .

Secara terpisah, UNHCR menyatakan, pihaknya tidak tahu kasus ini dan tidak diajak konsultasi atau terlibat dalam repatriasi ini. Juru bicara Pemerintah Myanmar Zaw Htay menya ta - kan repatriasi itu bukan pro - paganda. “Keluarga itu me - mutuskan kembali atas ke - mauan sendiri. Kami merawat mereka,” ujarnya. Reuters tidak dapat men - capai keluarga itu untuk di - min tai keterangan atau mem - ve rifikasi lokasi pasti mereka sebelumnya. Dalam per nya - taan yang dirilis akhir pekan lalu, Myanmar menyatakan telah melakukan repatriasi keluarga Rohingya pertama yang lari ke Bangladesh.

Myan mar menyatakan keluarga itu terdiri atas lima orang, ter ma - suk seorang bernama Aftar Ar Lwan yang kembali ke salah satu pusat penerimaan di Ra - khine. Myanmar dan Bangladesh sepakat pada Januari untuk me - nyelesaikan repatriasi sukarela pengungsi dalam dua tahun. Myanmar membangun dua pusat penerimaan dan satu kamp sementara dekat per batasan Rakhine untuk menerima kedatangan pertama.

Syarifudin