Edisi 17-04-2018
Bekasi Batasi Bangunan Gedung 40 Lantai


BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai membatasi bangunan gedung yang berdiri di wilayahnya hanya setinggi 40 lantai.

Pembatasan tersebut lantaran saat ini mulai menjamur pem ba - ngunan gedung atau apar - temen di Bekasi. Batasan ini merujuk pada standar Kawasan Kese la - mat an Operasional Pener - bangan (KKOP) Bandara Ha - lim Per da nakusuma, Jakarta Timur. “Kita batasi ba ngun - an tinggi hanya boleh 40 lantai,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Koswara Hanafi kemarin.

Ketinggian bangunan ber tingkat di Kota Bekasi se - be tulnya sudah diatur sejak ada aturan KKOP yang di ter - bit kan Kementerian Per hu - bung an. Kawasan ini ter ma - suk wilayah-wilayah yang ber ka tegorikan kawasan ke - mung kinan bahaya ke ce la - kaan. Apalagi secara estetika ko - ta pembangunan gedung di pusat kota merupakan batas tertinggi yang diperbolehkan Pemkot Bekasi. Adapun pu - sat kota yang dimaksud yakni Jalan Ahmad Yani sepanjang 4,2 km yang menjadi jalan protokol di Bekasi. Semakin ke pinggir kota bangunan akan semakin ren - dah.

Dalam prinsip ekonomi pengembang akan berpikir panjang apabila mem ba - ngun gedung tinggi di ka - wasan ping giran. “Skyline - nya me mang seperti itu, ma - kin ke ping gir semakin ren - dah ba ng unannya,” kata Kos wara. Berdasarkan dasar stan - dar KKOP tentunya semakin dekat kawasan Bandara Ha - lim Perdanakusuma, bangu n - an akan semakin rendah. Bila melanggar ketinggian dapat membahayakan standar ope - rasional keselamatan pe ner - bangan. Adapun beberapa ka was - an yang dianggap berdekatan dengan Bandara Halim Per - danakusuma yakni Pondok Gede dan Jatiwaringin.

“Ba - ngunan di sana pasti rendah. Semakin dekat mungkin hanya diperbolehkan dua lantai,” ucapnya. Kabid Perencanaan Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Erwin Guwinda menuturkan, pihaknya masih menerbitkan izin pembangunan gedunggedung tinggi sesuai per mo - honan pengembang. Saat ini masih dibahas dasar hukum pengaturan ketinggian ba - ngunan. “Dengan konse - kuen si saat ada payung hu - kumnya pengembang ber se - dia memangkas tinggi ge - dung yang sudah mereka ba - ngun,” katanya. Menurut dia, belum ada apartemen yang dibangun melebihi perhitungan dasar tinggi bangunan.

Misalnya, apartemen Lagoon yang dibangun di pusat kota Bekasi masih punya batas keting - gian yang wajar. Ke depan jika ada yang melanggar, akan dilakukan penegakan hukum. “Kita masih tunggu da - sar payung hukumnya,” tam - bah nya.

Abdullah m surjaya