Edisi 17-04-2018
Siapkan Generasi melalui Pendidikan Karakter


AKHIR-akhir ini topik Indonesia 2030 sedang hangat dibicarakan oleh publik karena pidato kontroversial dari salah satu politikus, Prabowo Subianto, yang mengutip salah satu karya fiksi yang menyebut bahwa Indonesia akan bubar pada tahun tersebut.

Namun, se be - narnya apa kah yang akan ter - jadi terhadap Indonesia pada 2030 nanti? Salah satu modal besar bagi Indonesia untuk tetap eksis pada 2030 adalah potensi bonus demografi. Pada tahun tersebut, Ind onesia diproyeksikan me - miliki penduduk usia produktif yang lebih banyak dibandingkan usia anak-anak ataupun usia lanjut. Usia produktif adalah pen duduk berusia 15-64 ta hun, sedangkan penduduk usia tidak produktif berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, proyeksi pen - du duk Indonesia pada 2030 se - ba nyak 296,4 juta jiwa.

Dan, pada 2030, dependency ratio Indo ne sia diperkirakan sebesar 46,9 yang artinya adalah 100 pen duduk usia produktif akan me nang gung sekitar 47 pen - duduk usia tidak produktif. Ang ka ini me nurun dari 2015 yang memiliki dependency ratio sebesar 48,6. Jumlah penduduk usia pro - duktif yang akan dinikmati pada 2030 nanti menjadi keun tu ngan sekaligus tantangan untuk Indo - nesia. Bonus demografi dapat meningkatkan pro duk ti vitas ker ja dan pendapatan un tuk ne - gara bila dipersiapkan dengan baik.

Namun, kondisi ter sebut juga dapat menjadi beban bagi ne gara jika mereka tidak dipersiapkan dengan baik sehingga tidak memiliki ke mam puan un - tuk menghasilkan sesuatu. Agar peluang ini tidak ter - lewatkan begitu saja, mulai se - karang Indonesia perlu me la - kukan persiapan menyongsong 2030. Peningkatan sistem pen - didikan untuk anak dan re maja harus dilakukan secara ke s e - luruhan. Tidak hanya m e ning - ka t kan pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), tapi perlu juga mening kat kan pendidikan karakter un tuk para pelajar. Hal ini akan meningkatkan ka pasitas pelajar-pelajar In done sia agar memiliki kemam puan di berbagai bidang.

Pe ngem - bangan kemampuan ha rus sesuai dengan minatnya dan se cara terstruktur sehingga nan ti nya padausiaproduktifmerekamam - pu bersaing di dunia kerja. Ka - pasitas mereka harus di kem - bang kan karena pesaing bukan hanya tenaga kerja lokal, me - lainkan juga ha rus bersaing de - ngan tenaga ker ja asing. Selain itu, pendidikan ka - rakter yang sesuai dengan nilainilai dan budaya bangsa harus ditanamkan. Penanaman nilainilai luhur Indonesia sangat pen ting dilakukan agar nan - tinya tidak luntur dimakan ke - majuan zaman. Karakter yang baik sangat diperlukan agar pe - nguasaan iptek tidak disalahgu - nakan sehingga ber dampak negatif bagi bangsa In donesia.

Apabila pendidikan iptek dan pendidikan karakter di be rikan kepada pelajar secara me - rata dan terstruktur, bonus demo grafi yang akan diperoleh In - donesia menguntungkan. Pendu duk usia produktif nantinya menjadi tenaga kerja yang berkualitas dan berkarakter sehing ga dapat membangun Indo nesia ke arah positif dan siap bersaing dengan negara lain. Bibit yang dipersiapkan dengan baik akan membuat keadaan Indonesia lebih baik di segala aspek pada 2030 nanti, bukan justru mem buat Indonesia men - jadi bubar.

Hikmat Nurul Fikri
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia







Berita Lainnya...