Edisi 17-04-2018
Surya Pertiwi Bidik Dana IPO Rp1,06 Triliun


JAKARTA – PT Surya Pertiwi, perusahaan perdagangan dan agen tunggal saniter dan fitting merek Toto, berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan membidik dana hingga Rp1,06 triliun.

Presiden Direktur Surya Pertiwi Tjahjono Alim me nga ta - kan, perseroan berencana me le - pas 700 juta saham baru atau setara dengan 26% dari modal di - tempatkan dan disetor pe nuh. Perseroan berencana me la kukan road show di sejumlah dae rah di Indonesia dan be berapa negara. “Untuk memaksimalkan per olehan dana IPO ini, kami akan menawarkan sahamnya hing ga luar negeri, seperti Si - ngapura, Hong Kong, dan Kuala Lumpur,” kata Tjahjono dalam paparan publik perseroan di Jakarta kemarin. Saham Surya Pertiwi akan di - ta warkan dengan harga ber kisar an tara Rp1.160-Rp1.520 per lem bar saham. Dengan de mi - kian, perseroanberharapbisame - raih dana IPO sekitar Rp812 miliar-Rp1,06 triliun.

“Strategi ka mi masuk bursa melalui IPO ini ber tujuan memperbaiki struk tur modal melalui pelunasan utang dan ekspansi bisnis,” ucapnya. Menurut dia, rencana peng - gunaan dana IPO sebagian be sar atau 50% untuk melunasi se - bagian pokok utang kepada PT Bank Resona Perdania, PT Bank Mizuho Indonesia, dan PT Bank HSBC Indonesia. Sekitar 25% akan digunakan untuk belanja modalanakusaha, yaituPTSurya Pertiwi Nusantara (SPN), se - dangkan sisanya 25% digu nakan untuk modal kerja per usa haan. “SPN akan menambah dua lini produksi saniter dan fitting untuk pabrik baru di Gresik, Jawa Timur, dengan kapasitas pro duksi 500.000 unit per ta hun untuk setiap lini,” pa par nya.

Direktur Surya Pertiwi Irene Hamidjaja mengatakan, pabrik baru SPN memiliki total ka pa si - tas 10 lini produksi, tetapi yang sudah beroperasi baru satu lini. Melalui penambahan dua lini produksi pasca-IPO, kapasitas pro duksi pada 2019 akan men - capai 1,5 juta unit. “Kami op timis tis permintaan pasar untuk barang saniter akan semakin meningkat seiring per tumbuhan ekonomi,” ujar Irene.

Heru febrianto