Edisi 17-04-2018
Pertamina Akan Buka Jalur Pipa Baru


JAKARTA –PT Pertamina (Persero) sedang menyiapkan jalur pipa baru seusai kejadian pipa patah yang menimbulkan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

Strategi pemasangan jalur pipa baru ini sedang disiapkan se bagai langkah antisipasi Per tamina. “Kita sedang menyiapkan dari aspek operasional. Kita akan menambah jalur pipa dan menyiapkan strategi untuk mengatur jalur baru,” kata Di - rektur Utama Pertamina Elia Massa Manik saat Rapat De - ngar Pendapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Ja - karta, kemarin. Menurutnya, langkah Per - ta mina membuat jalur pipa baru ini untuk mengantisipasi kembalinya pipa patah yang menyebabkan terjadinya tum - pahan minyak di Teluk Ba lik - papan.

Sementara untuk me - ng atasi tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Pertamina telah bekerja sama dengan pi - hak terkait di antaranya Kemen terian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ke men - terian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Pol - da Kalimantan Timur. Prioritas utama Pertamina, kata dia, memulihkan kondisi lingkungan dengan mener junkan tim HSE untuk mem ber - sih kan ceceran minyak, mem - ban tu korban yang terkena dampak, serta turut memulihkan perekonomian di sekitar ka wasan terdampak tum pah - an minyak di Teluk Balikpapan.

“Kami telah berkoordinasi de ngan pihak-pihak terkait un - tuk menyelesaikan ini. Pihakpihak terkait itu, baik di Ba lik - papan maupun di Jakarta. Ka mi juga membantu aparat men cari penyebab kebakaran,” kata dia. Pada kesempatan sama, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, jika terjadi pencemaran lingkungan aki bat kegiatan migas, maka ba dan usa ha bersangkutan harus men jamin kesehatan, lingkung an hidup, dan mengembalikan lingkungan kem bali ber - sih akibat pencemaran. Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001.

Menurut dia, Pertamina te - lah melakukan sesuai prosedur aki bat tumpahan minyak di Teluk Balikpapan. Bahkan, pipa minyak yang digunakan Pertamina juga dikategorikan layak beroperasi. Pipa minyak Pertamina yang putus di Teluk Balikpapan berdiameter 20 inci dengan ketebalan 12,7 mi - limeter. Patahnya pipa itu me - nyebabkan Pertamina ke hi - lang an minyak 200.000 barel. Region Manager Com mu - ni cation & CSR Pertamina Ka li - mantan, Yudy Nugraha me - ngatakan, Pertamina juga se - dang menyiapkan pipa minyak baru untuk menggantikan pipa sebelumnya yang patah. Saat ini Pertamina masih me - nunggu izin dari pihak ke po - lisian.

Pipa sepanjang 264 me - ter dengan diameter 20 inci ini segera dipasang setelah men - dapat izin dari kepolisian. Pro - sesnya diperkirakan akan me - ma kan waktu beberapa pe kan ke depan. “Pipa baru ini dikirim dari Balongan ke Balikpapan. Apa - bila sudah boleh diangkat, pipa baru segera dipasang. Untuk saat ini pipa yang putus masih di bawah laut untuk pe nye li - dik an,” kata dia. Ia menyebutkan, Per ta mi - na telah menyalurkan bantuan Rp2,2 miliar untuk kegiatan pe mulihan lingkungan dan mem bantu korban ter dam - pak.

Keramba dan kapal ne la - yan yang rusak juga ikut diganti Pertamina. Anggota Komisi VII DPR Kardaya Warnika mendesak proses investigasi segera dise le - sai kan. Selain itu, ia juga meminta Kementerian ESDM, KLHK, dan aparat kepolisian lebih efektif mengawasi kegiat an migas, baikdilautmaupundarat. Seharusnya pemerintah berkaca dari masalalukarenatahun2005 pernah terjadi ke jadian serupa.

Nanang wijayanto