Edisi 17-04-2018
Sawit Tak Gunakan Hutan Primer


JAKARTA – Penanaman sawit di Indonesia tidak menggunakan hutan primer.

Selama ini penanaman sawit memanfaatkan areal yang statusnya hak guna usaha (HGU), areal peng gunaan lain (APL), termasuk la han budi daya masyarakat, hak pengusahaan hutan (HPH) yang tidak berkelanjutan, serta kawasan illegal logging yang ter degradasi. “Hal itu tidak bisa disebut de - forestasi karena setiap kebun mempunyai riwayat berbeda, tergantung kebijakan wilayah dan adat istiadat setempat,” kata guru besar Fakultas Ke hu - tan an IPB Yanto Santosa di Bo - gor kemarin. Menurut Yanto, isu-isu me - ngenai kerusakan hutan primer dan menurunnya ke ane ka ra - gaman hayati sengaja di em bus - kan kelompok LSM lingkungan.

Karena itu, perlu ketegasan pemerintahuntukmenindakpi - hak-pihak yang secara sis te ma - tis menyebarkan isu de fo res tasi tanpa data akurat dan valid. Dosen Fakultas Kehutanan IPB Sudarsono Soedomo me - nam bahkan, konstitusi meng - ama natkan bumi, air, dan ke ka - yaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-be sar - nya untuk kemakmuran rakyat. Namun, yang terjadi saat ini KementerianLingkunganHi dup dan Kehutanan (KLHK) ha nya menguasai hutan tanpa prog ram yang jelas. “Mau ada hutan atau tidak, yang penting dikuasai dulu. Akibatnya, pe manfaatan hutan tidak efisien dan tidak adil. Inisudahme lencengdari amanat UUD ’45,” paparnya.

Guru besar Kebijakan Ke hu - tanan Fakultas Kehutanan IPB Dodik Nurrochmat meng ingat - kan, para pemangku ke pen - tingan perlu duduk bersama untuk membahas definisi ka - wa san hutan. Hal itu supaya ada aturan yang tegas dan tidak mul titafsir agar setiap ada ke - giatan ekonomi yang ber sen - tuh an langsung dengan hutan tidak dicap sebagai deforestasi dan dipolitisasi sebagai isu ke - rusakan lingkungan. Semua kegiatan pembangunan, seperti penanaman sawit, di - la kukan sebagai opsi pem ba - ngun an yang tidak mesti dikait - kan dengan zero deg ra dation.

Bila pemerintah menargetkan pertum buhanekonomirendah, deg - ra dasi lingkungan pun akan ren - dah. Sebaliknya, jika pemerintah menargetkan pertumbuhan eko nomi tinggi, pastinya pemulihan lingkungan akan lamban. Ketua Himpunan Gambut Indonesia Supiandi Sabiham mengatakan, kebun sawit tidak mengakibatkan deforestasi ka - rena menggunakan lahan ter - bengkalai dan rusak. Sa wit me - ru pakan tanaman yang bersifat stra tegis dalam me nopang ke - hidupan masyarakat yang berhasil dan berdaya guna.

Sudarsono