Edisi 17-04-2018
Batam Berpotensi Jadi Klaster Industri Elektronik


BATAM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong Batam menjadi pusat pengembangan klaster industri elektronik yang bernilai tambah tinggi.

Hal ini mengingat di kota tersebut terdapat kawasan industri yang 70% diisi pro - dusen elektronik beserta peng - hasil beragam komponen pen - dukungnya. Menteri Perindustrian (Men perin) Airlangga Ha r tar - to me ngatakan, industri yang telah berkembang di Batam sekarang antara lain industri berbasis perkapalan yang juga menyuplai marine offshore. Na - mun, sektor ini terpengaruh siklus harga perminyakan se - hingga dengan merosotnya har ga minyak mentah dunia, per tumbuhan sektor industri ga langan kapal di Batam sem - pat meng alami penurunan.

“Saat ini perekonomian Batam hanya 2%. Untuk itu, kami tengah memacu daya saing in dustri berbasis elektronik. Se lain itu, yang men - jadi potensi adalah industri maintenance, re pair, and overhaul (MRO),” ujar nya ketika melakukan kun ju ngan kerja di Batam, Kepulauan Riau, akhir pekan lalu. Menurut Airlangga, in dus - tri elektronik kemungkinan bisa reborn karena nilai tam bahnya lebih tinggi.

Selain itu, industri elektronik merupakan salah satu dari lima sektor manu faktur yang akan menjadi per contohan dalam penerapan teknologi pada era revolusi industri keempat. Untuk itu, Batam dapat berperan sebagai pusat produksi chip dan kom - ponen pendukung internet of things (IoT).

Oktiani endarwati