Edisi 17-04-2018
Bekasi Kucurkan Rp8 Miliar untuk Restorasi Curug Parigi


BEKASI - Tahun ini Pemerintah Kota Bekasi mulai merestorasi Curug Parigi di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, sebagai wisata alam.

Curug Parigi yang berada di aliran Kali Bekasi tersebut saat ini dijadikan objek wisata andalan di Kota Bekasi. "Biaya yang dikucurkan untuk merestorasi curug yang berada di perbatasan antara Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor ini mencapai Rp 8 miliar. Saat ini Curug Parigi sudah menjadi objek wisata," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi Ahmad Zarkasih kemarin. Menurut dia, anggaran sebesar itu digunakan untuk menata beberapa fasilitas umum, di antaranya lahan parkir kendaraan pengunjung, musala, dua menara pandang, jembatan, dan fasilitas lain untuk mendukung wisata yang berada dalam aliran Kali Bekasi tersebut.

Apalagi, penataan Curug Parigi dilakukan sesuai feasibility study (FS) atau studi kelayakan) dan detail engineering design (DED)atauproyek perencanaan fisik yang ada. "Kajian FS dan DED sudah dilakukan oleh dinasnya sejak awal 2017," ungkapnya. Hasil kajian itu menyatakan bahwa air terjun mini tersebut layak dijadikan wisata alam, apalagi Kota Bekasi belum memiliki wisata serupa. Karena itu, banyak warga Kota Bekasi bertolak ke daerah lain seperti DKI Jakarta untuk mencari hiburan wisata alam. "Kami coba menata semua potensi pariwisata dan budaya yang ada. Kami akan mengembangkan sebagai potensi destinasi wisata," ujarnya.

Meski begitu, Curug Parigi merupakan wisata musiman sehingga hanya bisa dinikmati ketika musim kemarau, sedangkan musim hujan akan tertutup debit air hulu. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kustantina menambahkan, potensi wisata Curug Parigi memang cukup bagus. Namun sayang, aliran air di sana kerap dicemari oleh limbah pabrik. Menurut dia, sudah banyak masyarakat yang mengeluh karena adanya limbah pabrik di aliran curug itu. "Air akan terus tercemar selama pabrik yang berdiri di bantaran Sungai Cileungsi atau di bagian hulu terus membuang limbahnya yang tidak sesuai baku mutu tersebut ke sungai. Untuk itu, kami telah menjalin nota kesepahaman (MoU) tentang penanganan limbah," ujarnya.

Namun, berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) petugas beberapa waktu lalu, pencemaran justru bersumber dari aliran Sungai Cileungsi. "Kami sudah sering berkirim surat ke Kabupaten Bogor sebagai bentuk peringatan terhadap kebersihan Kali Bekasi," tandasnya. Salah seorang warga sekitar, Tuti, 23, mengatakan bahwa sejak 1980-an, curug ini selalu banyak pengunjung. Bahkan, air terjun mini yang mirip dengan Air Terjun Niagara, Amerika Serikat, tersebut kerap dijadikan lokasi syuting FTV, sinetron, reality show, hingga film layar lebar. Salah satu film 1980-an yang pernah mengambil panorama di sana adalah film Dia Sang Penakluk yang diperankan oleh almarhumah Suzanna.

"Banyak pengunjung yang dari daerah lain justru kecewa karena airnya berbau busuk, tapi pemandangannya indah," paparnya. Menurut Wati, setiap hari ada saja pengunjung yang datang ke lokasi. Paling banyak bisa mencapai 30 orang, biasanya datang pada musim liburan sekolah atau libur nasional. "Datangnya juga cuma sebentar, hanya foto-foto setelah itu pulang," katanya.

Sementara itu, Novi, 38, menyayangkan kondisi Curug Parigi yang kurang terawat dan pengelolaannya masih dilakukan seadanya. Selain itu, warna air di sana juga tampak keruh dan berbau kurang sedap. "Saya lihat curug ini dari media sosial lalu berinisiatif dengan suami untuk datang ke sini," ujarnya.

Abdullah m surjaya