Edisi 17-04-2018
PDAM Bogor Optimalisasi IPA


BOGOR –PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mempercepat program optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng untuk meningkatkan pelayanan air bersih di wilayah zona III dan IV.

PDAM menargetkan program penambahan kapasitas produksi itu rampung April 2018. D irektur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana mengatakan, optimalisasi itu sudah dimulai sejak awal November 2017. Pihaknya melibatkan pihak ketiga dalam optimalisasi itu. “Alhamdulillah proyek ini sudah selesai awal April 2018,” ujarnya. Dia menjabarkan, dalam optimalisasi ini, pihaknya telah menyelesaikan penambahan gutter pada bak sedimentasi unit 1 IPA Dekeng 2. Selama pengerjaan pihaknya telah berupaya agar tidak mengganggu pelayanan air bersih ke pelanggan di zona III dan IV karena pengerjaan difokuskan pada perbaikan plate settler IPA Dekeng 2 pada bak sedimentasi unit 1.

“Jadi, kami fokus dulu ke IPA Dekeng 2 dengan penambahan gutter supaya kapasitas produksinya naik. Jika ini sudah selesai, baru pindah ke Dekeng 1. Jadi, sampai saat ini Alhamdulillah tak ada lagi gangguan produksi ke pipa distribusi kami,” kata Syaban. Selama pengerjaan berlangsung pekerja dari pihak pelaksana bertugas hingga 14 jam sehari. Pengerjaan diawasi penuh oleh petugas dari PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. “Hampir setiap hari petugas bekerja hingga pukul 22.00 WIB, besok paginya mereka kerja lagi mulai pukul 08.00 WIB. Teman-teman di lapangan juga rutin memantau. Kalau ada apa-apa, langsung kami koreksi,” paparnya.

Dia menambahkan, optimalisasi itu juga sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas hasil pengolahan IPA. Harapannya, kapasitas produksi IPA yang dibangun pada 1997 tersebut bisa bertambah dari 1.500 liter per detik (l/detik) menjadi 1.800 l/detik. “Saat ini kondisi pengaliran kami sudah seimbang. Artinya, suplai air baku sudah sama seperti air yang dijual ke pelanggan. Ini sangat sensitif. Karena kalau ada gangguan di produksi, akan terjadi gangguan pula di pelanggan. Ini terjadi karena kami sudah tidak punya idle capasity. Nah , optimalisasi IPA Dekeng ini menjawab kebutuhan itu. Kami akan punya idle capasity sebesar 300 l/det,” kata Syaban.

Pengerjaan kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi kedua IPA milik PDAM Tirta Pakuan. “Fungsi masing-masing unit koagulasi, flok , sedimentasi, dan filter dapat berjalan secara optimal sesuai perencanaan,” tuturnya. Pihaknya juga optimistis upaya ini dapat meminimalisasi gangguan pengaliran akibat peningkatan tingkat kekeruhan air baku. “Jadi, ketika ada gangguan produksi, misalnya karena air beku keruh akibat hujan dan banyak sampah, kapasitas produksi kami tidak akan turun terlalu jauh. Kalau sebelumnya dari kondisi normal 1.500 l/det bisa turun jadi 1.200-1.300 l/det saat ada gangguan setelah diperbaiki 1.800 l/det mungkin akan turun jadi 1.700 l/det. Idealnya 1.600 l/det. Jadi, masih di atas ideal,” papar dia.

Optimalisasi IPA Dekeng ini terdiri atas dua lingkup pengerjaan, yakni rehabilitasi plate settler pada IPA Dekeng 1 dan optimalisasi kapasitas pada IPA Dekeng II. Untuk IPA Dekeng 1, petugas mengganti plate settler di bak 1 dari jenis GRC ke stainless steel . Tujuannya agar ada proses pengendapan lebih sempurna. “Sementara untuk bak 2 dan 3, plate settler -nya akan kami perbaiki agar proses pengendapan lebih cepat,” ujarnya. Sementara untuk IPA Dekeng 2, pihak PDAM juga mengganti gutter (saluran penangkap air bersih) agar air yang masuk lebih merata sehingga lumpur tidak akan masuk filter.

“Kami juga akan membuat sekat pengarah pada aliran inlet sedimentasi. Fungsinya air yang masuk ke sedimen ini alirannya rata. Sebelum itu kecepatan air enggak rata sehingga saat kekeruhan tinggi, lumpur ikut terbawa,” paparnya. Sementara Kepala Subbagian Humas dan Sosial PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor R Poppi Rustanti menjelaskan, pihaknya bersyukur telah menyelesaikan salah satu program jangka pendeknya, yaitu melakukan perbaikan dan meningkatkan kinerja dari water treatment plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng, Bogor Selatan, Kota Bogor.

“Dengan selesainya proses perbaikan WTP Dekeng, kini PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mampu memproduksi sebesar 1.800 liter per detik air dari yang sebelumnya hanya 1.600 liter per detik,” kata Poppi. Lebih lanjut, dia mengungkapkan, optimalisasi IPA Dekeng ini juga sekaligus mengaktifkan kembali intake yang ada di Cipaku. “Saat ini sedang menyiapkan pompa baru yang saat ini masih dalam proses pembuatan dan menggunakan sementara pompa oleh pihak penyedia,” katanya. Ke depannya di IPA Dekeng ini akan dibangun kembali fasilitas serupa yang akan berlokasi di Cibanong, Kabupaten Bogor.

“Tahun ini kami juga telah membuka loket pembayaran PDAM Tirta Pakuan di kawasan Rancamaya, Bogor Selatan. Intinya, kami terus berupaya menjaga mutu dan kualitas pelayanan secara keseluruhan,” tutur dia.

Haryudi