Edisi 17-04-2018
Pemkot Sulap Kali Bekasi Jadi Objek Wisata


BEKASI - Kawasan sisi Kali Bekasi berpotensi dijadikan kawasan wisata air dan kuliner. Potensi ini bisa berkembang baik jika semua pihak bisa menjaga kebersihan kali yang melintasi sepanjang wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.

Apalagi, permukiman warga banyak berada di bantaran Kali Bekasi. U ntuk itu, Pemerintah Kota Bekasi memproyeksikan aliran Kali Bekasi di wilayahnya berpotensi digarap menjadi objek wisata alam mulai kawasan hulu hingga hilir. Apalagi, potensi wisata air ini bagus apabila dimaksimalkan untuk tujuan wisata. Sebab, di hulunya ada air terjun mini Curug Parigi dan di hilirnya bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata air dan sejarah.

"Potensi wisata air ini akan menjadi proyek perkembangan," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji kemarin. Menurut dia, Kali Bekasi bisa menjadi objek wisata menarik bisa diwujudkan jika memang konsisten dalam pengelolaannya. Misalnya, dengan penataan di mana akan dilengkapi dengan kawasan pusat jajanan kuliner yang akan menarik. "Kami sedang menata Kali Bekasi," katanya. Saat ini Kali Bekasi sudah menjadi tempat wisata. Hal itu bisa dilihat dari Curug Parigi yang terletak di Desa Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, di mana berada di aliran Kali Bekasi. Era 1980-an Curug Parigi biasa menjadi destinasi wisata murah meriah bagi penduduk setempat, terutama libur Lebaran.

Bahkan, Curug Parigi kerap dijadikan lokasi syuting FTV, sinetron, reality show, hingga film layar lebar. Salah satu film layar ‘80-an yang berlatar Curug Parigi adalah film Dia Sang Penakluk yang diperankan oleh artis pada zamannya, Suzanna. Rayendra mengatakan, sejak 2016 objek wisata alam tersebut terus dibenahi dari penataan lokasi wisata hingga pengurusan jalan yang masih menjadi polemik dengan pihak swasta. Tempat wisata ini diharapkan bisa memberikan efek tumbuhnya perekonomian masyarakat setempat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Lutfi menambahkan, dalam penataan kawasan Curug Parigi yang berada dalam aliran Kali Bekasi, pemerintah akan mengadopsi taman wisata Cikapundung di Kota Bandung, Jawa Barat. "Kami tata dan terus kembangkan," ujarnya. Menurut dia, untuk akses jalan utama ke lokasi Curug Parigi yang melintasi jalan lingkungan sudah mulai diperbaiki Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air. "Harapan kami potensi Kali Bekasi agar dapat dimaksimalkan menjadi objek wisata utama dan terbesar di Kota Bekasi," katanya.

Jumhana mengatakan, waktu tempuh Kali Bekasi dari hulu ke hilir membutuhkan 2 jam menggunakan perahu karet dayung. "Aliran kali ini memang memiliki waktu tempuh yang cukup panjang hingga 2 jam sehingga cocok dijadikan tempat rekreasi alam," paparnya. Untuk menjaga lingkungannya, aliran sungai juga harus bersih dan tidak ada sampah serta limbah. Apalagi, setiap tahun pemerintah kerap mengadakan acara festival Kali Bekasi dalam rangka HUT Kota Bekasi. "Kami terus mengupayakan Kali Bekasi bersih dan jadi objek wisata," tandasnya.

Abdullah m surjaya