Edisi 17-04-2018
KEK Pulau Asam Perlu Disegerakan


JAKARTA–Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Asam, Kepulauan Riau (Kepri), seluas 300 hektare (ha) diyakini mampu menarik investasi.

Dengan begitu, perekonomian akan berjalan serta pulau tersebut semakin baik. Namun, kini yang menjadi ma salah adalah perubahan sta - tus dari hutan konversi men - jadi hak pengguna lain (HPL) masih membelit. Gubernur Kepri Nur din Basirun ingin pem ben tukan KEK Pulau Asam ti dak terganjal dengan per - soalan tadi. Nurdin pun mengajak Tim Terpadu Kementerian Ling - kun gan Hidup dan Kehutanan (LHK) turun langsung menge - cek lokasi agar kebijakan yang di buat tepat sesuai aturan.

“KEK hanya bisa diterapkan di wilayah yang sudah clear dan clean masalah lahannya,” kata Nurdin saat menghadiri ekspos persiapan penelitian tim ter pa - du perubahan fungsi kawasan hutan menjadi pengembangan KEK Pulau Asam di Ke men te - rian Lingkungan Hidup dan Ke - hutanan, kemarin. Menurut Nurdin, progres hasil kerja tim terpadu ini di - tunggu di Sekretariat Kabinet (Seskab), Kementerian Koor di - na tor bidang Perekonomian, dan Sekretaris KEK.

“Kami tel - ah berapa kali rapat terbatas de - ngan Presiden langsung, dan mendapatkan arahan dan per - setujuan secara prinsip untuk tujuh aktivitas kawasan stra te - gis di Kepri,” kata Nurdin. Nurdin meyakinkan bahwa pengembangan Pulau Asam ini tidak akan mengecewakan, ter - utama ada kepentingan negara. Apalagi Presiden berpesan agar Kepri harus dibangun menye - luruh, tidak hanya fisik dan ekonomi, tapi juga harus ada marwah. “Ini karena berha - dapan langsung dengan negaranegara tetangga,” kata dia.

Dalam pertemuan itu, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK Sigit Hardwinarto sempat menanyakan kronologis dan progres KEK di Pulau Asam. Dia minta agar ditelaah kawasan bakau dan lingkungan lainnya. Menurut Sigit, pem ba ngun - an tidak mengejar finansialnya saja, tapi juga jangka menengah panjang. Pembangunan ber ke - si nambungan itu memper ta - hankan kelanjutan kehidupan di pulau tersebut. “Wilayah tut upan di Pulau Asam agar di per tahankan dan direvitalisasi. Rencana pe - ngem bangan Pulau Asam ha - rus utuh. Jangan sam pai ada celah yang pada ke mu dian hari bisa dijadikan san dung an ma - salah oleh kelompok tertentu,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pe - ngukuhan dan Penatagunaan Hutan Muhamad Said menga - takan, hasil akhir tim terpadu ti - dak langsung menjadi areal penggunaan lain. Tim hanya meng kaji perubahan perun tuk - an wilayah saja. Dari Kepri, se - lain gubernur, hadir juga Asi - sten Ekonomi dan Pem ba - ngunan Kepri Syamsul Bahrum dan Kepala Biro Humas Pro to - kol dan Penghubung Nilwan. Syamsul Bahrum me ma par - kan, Pulau Asam merupakan gugus pulau terdepan dengan kondisi geopolitik dan geo eko - nomis sangat strategis. Pe - ngem bangannya akan menam - bah nilai ekonomis pulau ter - sebut. Geoekonomis karena ber dekatan dengan pelayaran internasional.

Diketahui, Pulau Asam su - dah diminati tiga perusahaan yang akan berinvestasi di anta - ranya Karimun Terminal Sto - rage (KTS), PT Ellin Samantha, dan Batam Poperta. Karimun Terminal Storage mulai men - unjukkan keseriusannya. Total investasi perusahaan penyim - panan bahan bakar sebesar USD25 juta dan pihak mana - jemen perusahaan sudah me - nemui gubernur. Karimun Terminal Storage merupakan perusahaan asing, konsorsium antara Singapura, Malaysia, dan pengusaha asal Indonesia. Investasinya akan dilakukan bertahap.

Perusa haan itu menurut proyeksinya mu lai berjalan pada 2018 ini, tapi masih menunggu per ubahan alih fungsi hutan.

Fadhil