Edisi 17-04-2018
Sabu 10 Kg Jaringan Palembang-Surabaya Disita


PALEMBANG – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan menyita 10 kilogram (kg) sabu-sabu siap edar dari jaringan Palembang-Surabaya yang dikemas dalam bung kus oleh-oleh khas Kota Palembang serta kemasan makanan ringan.

Enam tersangka berhasil diamankan dalam penang kap - an itu, yakni CS (22) warga Ka - bupaten Tuban, Jawa Timur; OK (23) dan TR (21) warga Surabaya; MH (38) warga Pa su - ruan; FD (22) Banyuwangi; serta AH (24) warga Jember. Kasus ini berhasil diungkap Direktorat Narkoba Polda Sum sel setelah melakukan pe - ngembangan terhadap kasus ditemukannya 3 kg sabu-sabu dan 4.950 butir ekstasi di Ban - dara Sultan Mahmud Ba da - ruddin II Palembang pada 22 Maret lalu.

Menurut Kapolda Suma te - ra Selatan Irjen Zulkarnain Adi negara, awalnya polisi di - hu bungi pihak Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, te patnya dari Kantor AVSEC karena menemukan bungkusan ma - kan an dan minuman berisi 3 kg sabu-sabu. Setelah diselidiki pada 10 April 2018 lalu, Polda Sumsel mendapat informasi bahwa para pelaku ada di Su ra - baya dengan membawa nar - kotika jenis sabu-sabu dari vPalembang.

“Personel melakukan pe - nang kapan terhadap enam orang tersebut di Surabaya dan mendapatkan barang bukti nar - koba jenis sabu-sabu yang di ba - wa para pelaku dari Pa lem bang,” ucap Zulkarnain, kemarin. Dijelaskannya, sebelum di - tang kap, rupanya para ter sang - k a ini sempat berada di Pa lem - bang untuk mengambil pe san - an sebanyak 1 kg sabu-sabu. Agar aksi penyelun dup an ini tak diketahui pihak ban dara, pe la - ku memakai korset wanita yang diikatkan di perut. Di dalam korset, pelaku me le takkan 1 kg sabu-sabu se be lum nya telah lebih dulu di vakum. “Ini modus baru yang kita temukan. Karena kali ini mere - ka menggunakan modus mem - bawa narkoba di dalam korset yang sebelumnya belum per - nah ditemukan,” katanya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Juni, Palembang sudah termasuk kawasan dengan jaringan narko ba terbesar. Banyak pe nang - kapan pengedar narkoba de - ngan jumlah barang bukti sa - ngat besar. “Wilayah Palem - bang bukan hanya wilayah tran sit saja, tapi sudah jadi pa sar narkoba. Palembang sudah termasuk sangat darurat narkoba,” ucap dia. Para pelaku diancam UU Nomor 35/ 2009 tentang Narkotika dengan penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Sindonews/okezone