Edisi 17-04-2018
Berkostum Penari Cakalele, Sepeda Tua Sulut Raih Prestasi


MANADO– Para pencinta sepeda tua di Manado kini tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Apalagi setelah goresan tinta emas telah ditorehkan mereka oleh para pencinta sepeda tua.

Sebuah kebanggaan atas prestasi diraih para pencinta se - peda tua yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua In do - nesia (Kosti) Sulawesi Utara (Sulut) dan Sepeda Tua Manado (Se tuamo). Mereka telah mem - bawa harum daerah ini dan In - do nesia atas prestasinya men - dapat predikat juara 1 kategori karnaval internasional dalam ajang International Veteran Cycle Association (IVCA) ber - lang sung di Lapangan Mai so - nette, Inna Grand Bali Beach, Sanur, pekan lalu. Penampilan Kosti Sulut dan Setuamo yang berkostum pe nari Cakalele berhasil me nye dot per - ha tian masyarakat Bali, Indonesia, maupun inter nasional.

Ketua Kosti Sulut MHF Sen doh menjelaskan, pihaknya sa ngat mengapresiasi acara ini ser ta sambutan masyarakat Bali yang ramah. “Penyeleng garaannya suk ses. Pemda Bali juga sangat mendukung ter utama dari sektor pariwisatanya. Sarana dan prasarana sangat lengkap dan juga masyarakatnya sangat ra - mah,” tuturnya, kemarin. Banyak mengapresiasi acara ini lantaran untuk pertama ka - linya acara internasional sepeda tua ini berlangsung di Bali bah - kan pertama kali di Asia.

“Kami mengharapkan pencinta se - peda tua khususnya yang ada di Indonesia semakin solid dan berkembang,” ujarnya. Menurutnya, acara ini juga sebagai sarana silaturahmi se - sama pencinta sepeda tua se lu - ruh Indonesia maupun dunia. Se peda tua memiliki nilai se ja rah yang bisa mengingatkan kem - bali ke masa-masa per juangan bangsa. Di sisi lain, se peda sa - ngat ramah lingkungan dan bisa menjadi alat trans portasi tra - disional bagi wisa ta wan. Pernyataan serupa di sam - pai kan para peserta di antara - nya Michael Mamentu dan Be - tel Lagarenze.

Menurut ke dua - nya, nama harum bukan milik Sulawesi Utara saja, tapi ajang yang baru kali ini di se leng ga ra - kan di Asia membawa nama ha - rum Indonesia karena kegiatan ini diikuti oleh delegasi dari ber - bagai negara lain. Dikatakan para peserta dari berbagai negara di antaranya Be landa, Inggris, Jerman, Bul - ga ria, Prancis, Cheko, Malaysia, dan masih banyak lagi. “Semenjak pertama kali di - selenggarakan, ini adalah per - tama yang diselenggarakan di Asia,” ujarnya. Selain mencetak sejarah ka - rena baru kali pertama di Asia dan bisa menjadi juara 1 ka te - gori karnaval internasional, pi - haknya menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Manado serta doa dari teman-teman.

“Terutama selu - ruh warga yang selalu menyapa kami di jalan dengan ramah ketika sepeda tua ini melintas dengan bunyi khasnya cring.... cring ,” tuturnya. Dengan prestasi ini tentu saja para pencinta sepeda tua di Sulut tak perlu lagi malu ber - sepeda. Sepeda yang sering dibully sebagai sepeda ’botol karong’ karena digunakan para pembeli botol bekas, sekarang ini justru mengharumkan Sulut IVCA 2018.

Sementara itu, Humas Kosti Sulut Daniel Andre menga ta kan, juara I di Karnaval In ter nasional IVCA ke-38 itu mem buktikan bahwa sepeda tua tak lekang oleh waktu. Sekaligus mematahkan cemoohan orang kalau ber - sepeda tua itu hanya dipakai oleh para pembeli botol bekas.

Cahya sumirat