Edisi 17-04-2018
Disebut Terima Fee 30%, Danny Laporkan Gani Sirman


MAKASSAR- Tim Hukum Pasangan Calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) melaporkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pohon Ketapang dan Sanggar Lorong, Gani Sirman, ke Polrestabes Makassar, kemarin.

Salah seorang kuasa hukum DIAmi, Adnan Buyung Azis, me ngatakan, Gani Sirman di la - por kan atas kasus dugaan pen - ce maran nama baik, atas pernya taannya yang menuding Wali Kota Makassar men dapat kan fee sebesar 30% dari pengadaan sanggar lorong. Adnanmelanjutkan, la por an terhadap Gani sirman ini se kaligus ditujukan pada pejabat SKPD yang merasa memiliki masalah hukum dan mencoba cuci tangan terhadap kesalahan. Juga kepada pihak yang mencoba mencari perlindungan pada pihak lain dan men - coba menyelamatkan diri dari ma salah hukum, serta men co - ba berkonspirasi untuk men ja - tuh kan dan melakukan pem - bu nuhan karakter terhadap Danny Pomanto.

“Jika sekiranya orang ter se - but memberikan keterangan tidak benar dalam pemerik saan di kepolisian kemudian di - lanjutkan dalam proses per si - dangan, maka tak segan kami akan lapor tuduhan mem be ri - kan keterangan palsu di bawah sumpah. Ancaman hu kum - annya 9 tahun,” paparnya saat konferensi pers di kediaman pribadi Danny Pomanto, Jl Amirullah, kemarin. Anggota kuasa hukum lain - nya, Ahmad Riyanto, me nga ta - kan, pernyataan Gani Sirman merupakan bahasa pernyataan yang menyesatkan. “Karena faktanya Gani Sirman adalah tersangka dari 2 proyek, yakni ketapang kencana saat men - jabat sebagai Kepala BLHD Ma - kassar dan sanggar lorong di Dinas Koperasi,” jelasnya.

Ahmad menegaskan, per - nyataan Gani Sirman tersebut merupakan hal yang tidak be - nar sekaligus fitnah terhadap Danny. “Apalagi situasi kebatinan masyarakat Makassar dan pak Danny Pomanto saat ini meng - hadapi pilkada. Ini bisa me - nyebabkan pengaruh buruk se - cara pribadi pak Danny. Pak Danny melaporkan Gani Sir - man ke Polrestabes Makassar, dengan nomor laporan STBL/ 890/IV/2018/Polda Sulsel/ Restabes Mksr,” paparnya. Pelaporan tersebut dika takannya merupakan langkah po sitif dalam penegakan hu - kum, karena negara ini adalah ne gara hukum. Sehingga apa - pun yang menyerang secara pri badi, akan diselesaikan me - lalui jalur hukum untuk men - jernihkan masalah.

“Masyarakat juga dapat ter - didik dengan baik dalam proses Pilkada di Makassar, harus bisa mempertanggungjawabkan ucapan yang menyangkut per - soal an calon apalagi me nye - rang pribadi dan jabatan se ba - gai wali kota,” tegasnya. Sementara, Danny menga takan, sangat gampang untuk me - ngetahui jika seorang pe ja bat terindikasi menerima se tor ansetoran. Salah satunya ada lah degan mengganti ka binetnya. “Kalau ada orang yang segan ganti kabinetnya, maka ter in - di kasi ada kenyamanan soal se - toran-setoran. Tapi kalau ada pe mimpin yang tidak segan mengganti orangnya. Dan saya seperti itu, bisa teman-teman lihat, saya mengganti kalau ada yang salah, atau kalau ada yang menyalahi tugas saya nonjobkan, dan saya tidak pernah se - gan,” paparnya.

Danny juga memper tanyakan, sejak kapan dirinya per nah meminta uang pada SKPD-nya. Bahkan ia meminta war ta wan untuk menanyakan lang sung pada Kepala SKPD yang ada. Apalagisetoransebesar30%. Kontraktor dipastikan tidak mau, karena keuntungan me re - kahanyasebesar10%, dandapat dipastikan akan ke ta huan oleh BPK saat meng audit. “Sejak ka - pan saya per nah minta uang pa - da SKPD, bi sa ditanyakan pada semua SKPD,” tegasnya. Namun ia mengaku me ma - hami kondisi Gani Sirman, yang mungkin sedang tidak sta bil karena terjerat 2 kasus dugaan korupsi. Bukan hanya itu, masih ada persoalan lain yang saat ini masih diproses.

“Kita pahami pak Gani Sir - man dalam kondisi yang tidak stabil. Selain dua tersangka ada persoalan lain yang sedang di - pro ses, dan sampai hari ini su - dah banyak masuk penjara. Tapi saya lihat belum selesai, se - hing ga kita pahami bahwa kondisi seperti ini bisa saja digunakan un tuk momen lain dalam ke pen tingan lain,” papar Danny.

Kurniawan eka mulyana