Edisi 26-04-2018
Senang Boleh, Pesta Belum


LIVERPOOL– Menang 5-2 atas AS Roma pada leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (25/4), bisa dianggap membuat satu kaki Liverpool berada di final.

Tapi, melihat rekor AS Roma selama fase knock-out, The Redsbelum boleh menggelar pesta. Sepanjang Liga Champions musim ini, Roma dua kali keluar dari situasi sulit. Pertama di babak 16 besar. Kalah 1-2 pada legpertama, Roma menang 1-0 di pertemuan kedua dan lolos keuntungan gol tandang dengan agregat 2-2 . Di perempat final, mereka dikalahkan 1-4 oleh Barcelona pada legpertama yang digelar di Stadion Camp Nou. Saat semua pundit dan sejarah menunjuk - kan bahwa mereka akan terhenti, I Lupijustru membuat sejarah baru dengan keluar dari lubang jarum setelah menang 3-0 di Stadion Olimpico. Mereka lolos ke semifinal dengan agregat 4-4, lagi-lagi karena keuntungan gol tandang.

Wajar, Pelatih Liverpool Juergen Klopp tak mau terlalu jemawa. Menurutnya, tantang - an lebih besar akan dihadapi pada legkedua di Stadion Olim - pico, Rabu (2/5). Liverpool, menurut Klopp, harus bertarung sekuat tenaga karena Roma pasti memburu gol. Klopp juga tak mau dibandingkan dengan apa yang menimpa Barcelona saat disingkirkan Roma. “Kami bukanlah Barcelona. Mereka adalah satu atau dua tim terbaik di dunia dan telah memenangkan banyak gelar, sedangkan kami tidak. Kami akan bertarung dengan segala yang kami miliki,” kata Klopp, dilansir Soccerway. Liverpool tampil meyakin - kan di Anfield Stadium lewat lima gol yang digelontorkan Mohamed Salah (35, 45), Sadio Mane (56), serta Roberto Firmino (61, 68). Tapi, The Reds memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, ter utama di sektor pertahanan.

Kelengahan dan kurangnya konsentrasi harus dibayar ma hal. Gawang Loris Karius ber hasil dibobol dua kali oleh Roma yang masing-masing disum bang kan Edin Dzeko (81) dan eksekusi penalti Diego Perotti (85). Keroposnya lini pertahanan diakui Klopp. Dia mengungkap kan Trent Alexander-Arnold dan Dejan Lovren salah posisi dan miskomunikasi. Namun, juru taktik asal Jerman tersebut menanggap Liverpool bermain baik secara keseluruhan. “Kemasukan dua gol bukanlah sesuatu yang kami inginkan. Tapi, kami tidak bisa meng - ubahnya. Ini adalah sepak bola. Para pemain tampil brilian ham pir sepanjang pertandingan bahkan ketika kami kebobolan,” ujarnya. Berbeda dengan lini depan Liverpool yang sangat meyakinkan. Salah yang tampil menonjol lagi-lagi menorehkan rekor.

Dia mencetak 10 gol di Liga Champions. Salah menjadi pemain pertama The Reds yang mencetak gol terbanyak dalam satu musim di kompetisi Eropa. Total, bomber asal Mesir tersebut telah mengemas 43 gol dari 47 penampilan semua kompetisi. “Sekarang, saya lebih tertarik membicarakan laga melawan Stoke ketimbang leg kedua kontra Roma. Atmosfer Anfield malam ini sangat fenomenal. Saya berharap suasana yang sama kembali terlihat saat melawan Stoke. Ini pertandingan penting. Kami harus bersiap diri,” tandasnya.

Di kubu lawan, Roma mem - bawa pulang dua gol penting. Tim berjuluk I Lupitersebut membutuhkan tiga gol untuk melaju ke final. Terlebih menta - litas comebackRoma sudah teruji. Pelatih AS Roma Eusebio di Francesco menegaskan belum akan lempar handuk. Dia menegaskan, dengan dukungan penuh fansdi Stadio Olimpico, Roma akan tampil habis-habisan dan berusaha mencetak gol sebanyak mungkin. Menurutnya, kekalahan Roma bukan karena kualitas, tapi faktor hilangnya kepercayaan diri. Situasi yang seharusnya tidak terjadi karena pemain harus kuat, tidak peduli berapa banyak orang yang ada di Anfield.

“Anda akan melihat Roma yang berbeda di leg kedua. Jika tidak percaya dengan keajaiban, Anda tidak perlu bermain sepak bola,” tandasnya.

Alimansyah




Berita Lainnya...