Edisi 26-04-2018
Transformasi Karier Salah


DELAPAN tahun lalu, tepatnya pada 25 Desember 2010, Mohamed Salah menandai gol debut pada karier profesionalnya bersama El Mokawloon Sporting Club.

Saat itu, mungkin tidak ada satu pun yang mem prediksi jika Salah kelak akan menjadi fenomena di Benua Biru. Ya, pemain kelahiran 15 Juni 1995 itu kini menjadi fenomena dan disejajarkan dengan deret - an pemain terbaik dunia seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Paul Pogba, atau Robert Lewandowski. Dua golnya ke gawang AS Roma pada leg per - tama semifinal Liga Champions membuat namanya kian me - lam bung ke kompetisi Eropa. Fans Liverpool pun menaruh harapan besar kepada Salah untuk memutus puasa gelar The Reds sejak terakhir kali mereka memenangkan Liga Champions musim 2004/2005.

Beban ini sesungguhnya cukup berat untuk seorang pemain yang tidak datang dari akademi papan atas seperti La Masia milik Barcelona atau jebolan akademi Manchester United yang dikenal penghasil sepak bola bertalenta. Salah mengawali kariernya sepak bola di El Mokawloon Sporting Club yang bermain di Liga Primer Mesir. Dia menandai debutnya pada 23 Mei 2010 dari bangku cadangan. Pada musim berikutnya, pemain nasional Mesir itu mulai tampil reguler untuk timnya. Selama dua musim berseragam tim masa mudanya, Salah menyumbang 11 gol dari 41 kali penampilan. Namun, bencana datang saat tragedi Port Said pecah.

Kerusuhan yang menewaskan 79 suporter itu membuat Liga Mesir dihentikan dan otomatis Salah ikut menepi dari lapangan hijau. Namun, takdir baik akhirnya menghampiri pemain asal Basion, El Gharbia, itu saat klub asal Swiss meng undang timnas Mesir U-23 untuk melakukan uji coba. Rupanya, ada target lain yang diinginkan Basel dalam laga uji coba tersebut. Salah yang bermain di paruh kedua dan mencetak sepasang gol ternyata jauh hari sebelumnya sudah dipantau talent scouting klub yang bermain di Liga Super Swiss itu. Basel kemudian me - minta pemain dengan postur 175 cm tersebut untuk tinggal sepekan dan mengikuti trial .

Pada 10 April 2012 menjadi hari bersejarah dalam karier Salah sekaligus menandai kariernya di Eropa setelah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun. Laga penyisihan Liga Champions kontra klub Norwegia Molde menjadi penanda debut Salah di Benua Biru empat bulan kemudian. Di pentas domestik, Thun menjadi lawan pertama Salah pada 12 Agustus dan sepekan kemudian mencetak gol debutnya. Bersama Basel, Salah men - cetak gol Liga Europa perta ma - nya di laga perempat final pada 11 April 2013 dan Basel maju ke semifinal setelah menga lah kan Tottenham Hotspur 4-1 melalui drama adu penalti.

Di semifinal, Salah kembali mencuri perhatian setelah mencetak gol ke gawang Chelsea di Stamford Bridge. Selama dua tahun berseragam Basel, Salah mengantarkan timnya meraih gelar Swiss Super League 2012/2013 dan runner-up Piala Swiss. Dari 47 kali penampilan, dia menyumbang sembilan gol. Penampilan impresifnya di Basel membuat klub Liga Primer Inggris Chelsea yang kala itu dilatih Jose Mourinho kepincut memboyong Salah ke Stamford Bridge. Pada bursa transfer musim dingin Januari 2014, The Blues mengumumkan perekrutan pemain dengan transfer 11 juta euro. Dia menjadi pemain Mesir pertama yang bermain untuk klub asal Kota London itu dengan durasi kontrak lima tahun.

Arsenal menjadi klub Liga Primer pertama yang merasakan ketajaman Salah. Namun, jalan Salah di Chelsea tidak terlalu mulus. Dia kalah bersaing dengan sejumlah ujung tombak The Blues seperti Eden Hazard dan Oscar. Lebih sering tampil dari bangku cadangan, pemilik 35 caps bersama timnas Mesir itu kemudian bersedia dipinjamkan ke klub Seri A Fiorentina pada musim 2015/2016 dengan opsi pembelian permanen. Musim berikutnya, Salah memilih meninggalkan Fiorentina dan menyeberang ke AS Roma dengan status pinjaman disertai opsi pembelian permanen senilai 15 juta euro. Transfer ini sempat bermasalah lantaran Fiorentina mengadukan Chelsea ke FIFA karena dugaan pelanggaran kontrak.

Bersama Serigala Roma, Salah kembali menemukan ketajamannya. Selama dua musim memperkuat I Giallo rossi, pemain berposisi winger itu mencetak 29 gol. Kecerdasan dan visi bermainnya membuat Pelatih Liverpool Juergen Klopp tertarik memboyongnya ke Anfield. Klopp yang membutuhkan pemain yang memiliki kecepatan merasa yakin jika Salah ada puzzle yang selama ini hilang dalam usahanya mengembalikan kebesaran The Reds. Keinginan Klopp bersambut. AS Roma dan Salah bersedia pindah ke Liverpool dengan nilai transfer yang cukup fantastis, 43 juta poundsterling, dengan sejumlah klausul tambahan. Perjudian Klopp dengan merekrut pemain bernomor punggung 11 itu membuahkan hasil.

Bersama Sadio Mane dan Firmino, Salah sudah menyumbang 43 gol bagi Liverpool di semua kompetisi. Di pentas Liga Primer Inggris, Salah sudah mengemas 31 gol unggul jauh dari striker Hary Kane yang baru mengoleksi 26 gol meski samasama sudah 33 kali tampil. Di pentas Eropa, hingga semifinal leg pertama, pemain terbaik Afrika ini sudah menyumbang 11 gol plus lima assist . Bukan tidak mungkin pundipundi gol Salah akan kembali bertambah jika Liverpool mampu melaju ke babak final atau bahkan mempersembahkan trofi Liga Champions keenam bagi The Reds . Kita tunggu saja ledakan Salah selanjutnya.

Abriandi











Berita Lainnya...