Edisi 16-05-2018
Awal Ramadan serentak Kamis


JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan bahwa 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis (17/5) besok. Dengan keputus an ini maka salat tarawih perdana akan dilakukan malam ini.

Dari penetapan berdasarkan sidang isbat ini, umat Islam Indonesia akan serentak dalam memulai ibadah puasanya. Dua ormas Islam terbesar, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, juga mengumum kan bahwa awal Ramadan akan di mulai Kamis. Menteri Agama ( Menag) Lukma n Hakim Saifuddin mengatakan dal am sidang isbat kemarin telah diterim a laporan posisi hilal dan laporan dari tim rukyatul hilal. Dari pengamatan itu, hilal diketahui m asih di bawah ufuk, yakni berkisar min us sa tu derajat 36 menit sampai dengan 0 derajat 2 menit . Pengamatan dilakukan di 95 titik di 32 provinsi se-Indonesia.

Dari laporan yang masuk sidang isbat, 32 pelaku rukyat me nyatakan belum ada satu pun yang berhasil melihat hilal. Lantaran hilal belum terlihat, bulan Syaban kemudian digenapkan menjadi 30 hari. “Dengan demikian maka 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis 17 Mei 2018,” katanya saat konferensi pers di kantor Kemenag, Jakarta, kemarin. K ep ut usan in i me nja di p enegas bahwa tahun ini seluruh umat muslim aka n me nja lanka n i ba da h pu asa secara b ersama. Tida k ada per be daan karena Muhammadiyah misalnya berdasar kan hasil hisab dari Majelis Tarjih dan Tajd id ju ga mene tapkan pada Kam is, 17 Mei. Lukm an be r harap keput us an ini memb er i be r kah ke pad a seluruh umat mus lim .

Dia p un me n y am pai - kan s ela mat m e m a suk i Ramad an seray a mendoakan agar kualitas puasa seluru h umat m uslim semakin meningkat. “Saya berharap semoga kualitas puasa kita semakin me ningkat. Tidak hanya men - jalankan ibadah puasa tetapi juga bisa memberi manfaat dan kemaslahatan bagi lingkungan kita masing-masing,” jelasnya. Dia menjelaskan, awal puasa yang ditetapkan secara bersama-sama ini merupakan anugerah dari Allah SWT. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam harus mampu menjaga dan secara bersama-sama me - nebarkan kemaslahatan kita bagi sesama di tengah masya - rakat Indonesia yang majemuk ini.

Kebersamaan ini bermakna besar, ujarnya, karena mene - bar kan kebaikan secara ber - sama-sama merupakan ajaran Islam yang sesungguhnya yakni menebarkan rahmat bagi alam semesta. Menag juga menjelaskan mengenai wacana penyatuan kalender Islam. Menurut dia, adanya kalender tunggal ini telah menjadi fokus serius dari Kemenag yang sejak setahun lalu berupaya mewujudkan aspirasi umat Islam akan lahir - nya penyatuan kalender Islam tersebut. “Kami terus ber kon - soli dasi dengan para pakar se - perti pakar astronomi, pim pin - an ormas dan ulama untuk me - nyamakan persepsi dan me - lahirkan rumusan yang mampu wujudkan penyatuan kalender Islam secara global,” jelasnya.

Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher juga berharap adanya kebersamaan ini maka seluruh umat Islam dapat beribadah puasa dengan aman dan nya - man. Ali juga berharap seluruh umat Islam bisa meningkatkan iman dan takwa melalui ibadah puasa selama sebulan penuh. Di sisi lain, dia juga berharap agar pemerintah bisa segera menetapkan kalender Islam se - cara bersama-sama. Tujuan - nya adalah agar 1 Ramadan dan juga penetapan Idul Fitri dan Idul Adha ini bisa berlaku sepanjang waktu. “DPR terus mengkaji dan men dorong adanya kalender Islam ini agar aktivitas kegiatan Islam ini bisa diwujudkan se cara bersamasama sehingga bisa efisien dan efektif dan be r nuansa keber - samaan,” jelas nya di kantor Kemenag.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi juga berharap tahun men - datang seluruh umat Islam dapat memulai dan menutup Ramadan serta melaksanakan ibadah selama 30 hari penuh secara bersama-sama. Dia juga berharap agar di bulan yang penuh rahmat dan berkah ini maka seluruh umat tidak hanya meningkatkan kualitas hubungan kepada Allah SWT, namun juga mewujudkan kasih sayang kepada sesama. Dengan mewujudkan kepe - dulian sosial melalui zakat dan sedekah, katanya, kebaikan kita kepada saudara-saudara yang membutuhkan pasti akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda. Selain itu, dia juga menghimbau kepada me - dia televisi untuk meng hor - mati bulan Ramadan ini de - ngan menayangkan tayangan yang menyejukkan dan ber - nuansa islami.

“Tayangan yang membawa kemaslahatan, ka sih sayang dan saling me maaf kan dan kasih sayang dalam ber - masyarakat dan ber bangsa,” harapnya. Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini menga ta - kan, berdasarkanlaporandari21 lokasi rukyatul hilal dike tahui tidak terlihat bulan. “Artinya, umur bulan Syaban diistik mal - kan menjadi 30 hari,” ujarnya setelah mendengarkan lapor - an dari beberapa titik melalui sambungan telekonferensi di Gedung PBNU kemarin. PBNU melakukan pe man - tauan melalui telekonferensi di Maluku Utara, Jakarta, Blitar, Merauke, Malaysia, Jawa Tengah, danJawaBarat. Seluruh titik pemantauan tersebut tidak berhasil melihat hilal.

Ini disebabkan posisi hilal yang cukup jauh dari standar mini - mal ketinggian, yakni dua dera - j at. “Minus 0 derajat 18 menit,” ujar Wakil Ketua Lembaga Falakiyah NU Rusli Arsyad dalam keterangan resminya. Wakil Ketua PP Muham madiyah Yunahar Ilyas juga bersyukur awal Ramadan tahun ini bisa bersamaan. Menurutnya, Rama dan merupakan momentum un tuk mewujudkan sikap takwa sebagai tujuan utama sehingga puasa tidak berhenti pada formalitas dan menu nai kan rukun semata.

“Puasa dan segenap ibadah Ramadhan lainnya dijadikan momentum membentuk dan memperkuat karakter yang bersuri teladan baik, “ jelasnya.

Neneng zubaidah/ priyo setyawan








Berita Lainnya...