Edisi 16-05-2018
Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem Dikecam


JAKARTA – Dewan Pewakilan Rakyat (DPR) mengutuk keras langkah Amerika Serikat membuka kantor kedutaan besar di Yerusalem.

Langkah tersebut di nilai hanya akan menim bul - kan ketegangan baru di ka was - an Timur Tengah. Saat ini langkah tersebut telah menimbulkan banyak kor ban jiwa akibat konflik pengunjuk rasa dari Palestina dengan tentara Israel. Konflik ini diprediksi bakal terus ter - jadi karena langkah sepihak Amerika Serikat dan Israel akan terus menimbulkan pro - tes dari berbagai belahan du - nia, terutama umat Islam di Ti - mur Tengah. “Langkah AS se - perti membuka kotak pandora krisis Timur Tengah yang kian meruncing dan melampaui ba - tas kemanusiaan,” ujar Ketua ko misi I DPR Abdul Kharis Al - ma syhari di Jakarta kemarin.

Keputusan Amerika Seri kat mengakui Yerusalem se ba gai ibu kota Israel telah di tentang 128 negara termasuk Indonesia. Bahkan, Sidang Ma - jelis Umum PBB meminta agar Amerika Serikat mengkaji kembali keputusannya me - min dahkan kantor kedubes dari Tel Aviv ke Yerusalem. “Hal itu jelas sekali men - unjukkan sikap arogan AS dan tidak meng hormati PBB dan ma je lis nya sebagai kese pa - katan ne gara dunia. Langkah Amerika Serikat yang tidak menghormati putusan Sidang Darurat Majelis Umum PBB,” ujarnya. Hal senada disampaikan Ketua Badan Kerja Sama An - tar-Parlemen (BKSAP) DPR Nurhayati Ali Assegaf.

Dia me - ngecam keras sikap Presiden AS Donald Trump yang ber - sikukuh meresmikan kedu ta - an besarnya di Yerusalem, mes - kipun dihujani kecaman ma - syarakat internasional. “Dunia sebelumnya ramairamai mengecam rencana pe - mindahan Kedutaan AS pada Desember tahun lalu. Tapi yang kita lihat sekarang, justru Trump melenggang meres mi - kan Kedutaan AS di Yerusalem. Ini jelas sinyal kuat sangat le - mah nya dunia di hadapan Trump. Jika berdiam diri, saya kha watir sentimen anti-AS akan meluas dan tentu saja ini d apat memicu benih-benih te - rorisme,” ucapnya, Menurutnya, dunia inter - na sional telah gagal meng hen - tikan kebijakan-kebijakan pro vo katif Trump.

Dirinya juga mempertanyakan sikap PBB sebagai pihak yang paling ber tanggung jawab, justru dinilai santai terhadap ke - bijakan Trump tersebut. Jika PBB ti dak bersikap tegas dan menentang kebijakan Trump, sen ti men anti-AS akan meluas dan da pat memicu tum buh - nya benih-benih terorisme.

“Protes ribuan rakyat Palestina atas langkah AS itu telah merenggut puluhan nyawa dan melukai ratusan lainnya. Penjajah Israel secara telanjang kembali melakukan pelang gar an HAM. Masa depan per damaian akan semakin suram. Situasi kawasan akan terus bergejolak. PBB harus sece pat nya turun tangan,” jelasnya.

Mula akmal





Berita Lainnya...