Edisi 16-05-2018
Rekayasa Lalin di Kalimalang Dievaluasi


BEKASI–Rekayasa lalu lintas (lalin) di Jalan KH Noer Alie atau Kali malang sepanjang 2,6 kilometer sejak Senin (15/5) lalu, untuk menunjang pembangunan Tol Bekasi- Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dinilai gagal.

Sebab rekayasa lalu lintas yang diterapkan membuat ke - ma cetan semakin semrawut. Setiap hari pada jam-jam sibuk seba nyak 1.000-5.000 ken da - raan me madati ruas jalan itu. “Kami sudah lakukan upaya rekayasa lalu lintas. Tapi volume kendaraan semakin hari se ma - kin tinggi,” kata Kabid Lalu Lin - tas Dinas Perhubungan Kota Bekasi Johan Budi Gunawan, kemarin. Dia menyebutkan, terkait per masalahan tersebut pem - ber la kuan satu arah yang di - gelar di tiga titik berbeda ini ma - sih da lam evaluasi. “Uji coba ini ma sih dievaluasi. Apalagi dalam re ka ya sa itu masih banyak ke - kurangannya,” ucapnya.

Hal itu disebabkan beberapa kendala, seperti ma sih adanya proyek pengerjaan di sisi se - latan sehingga hanya me miliki lebar jalan sekitar 7 me ter. Selain itu, arus kendaraan dari Bekasi ke Jakarta dan Ga laxy ke Bekasi serta Ja karta ke Ga laxy masih tinggi. Idealnya agar ti - dak terjadi penumpukan jalur sisi selatan dari Bekasi ke Ja - karta dibuatkan flyover atau underpass. “Kendala lainnya ter masuk pe nyempitan di ruas sisi selatan dekat dengan gerbang tol masuk Becakayu, jadi macet panjang di Jalan Kali malang,” ucapnya. Meski begitu, pihak kon trak - tor sudah ada rencana mem be - baskan lahan di sisi selatan. “Em - pat bulan lagi kabar nya pe ngem - bang akan membebaskan lahan warga,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya juga akan mengubah traffic light. Se - perti kendaraan yang datang dari Jakarta ke Ga laxy nanti tidak perlu memutar ke Jem ba - tan Al Azhar, melainkan bisa langsung memutar di Jembatan Ga laxy. “Kita masih kaji untuk menerapkannya, hasil evaluasi me nen tukan rekayasa itu,” ujarnya. Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi Deded Kus ma - yadi mengaku baru mene ri ma laporan terkait rekayasa lalu lin - tas yang kurang maksimal. Me - nurut dia, tidak maksi mal nya penerapan kebijakan itu karena masih adanya penger ja an sisi selatan Tol Becakayu. “Ja di mesti kami evaluasi lagi re ka yasa yang dilakukan kemarin,” katanya.

Deded menambahkan, al ter - natif ke depan perlu adanya pem - bebasan lahan di sisi se latan. Sebab arus kendaraan yang da - tang tertumpuk ketika sudah me masuki ruas jalan sam ping pintu tol masuk Be cakayu. “Ter - nya ta lebih banyak kendaraan yang melalui jalur arteri ke tim - bang masuk tol,” katanya. Seperti diberitakan sebe - lum nya, Dinas Perhubungan Kota Bekasi memberlakukan rekayasa lalu lintas di tiga titik. Pertama, di Jembatan Caman- Jembatan Enam. Kedua, di Jem batan Enam-Galaksi dan di Galaxy-Grand Kemala Lagoon. Untuk rekayasa di Jembatan Caman-Jembatan Enam cukup kompleks. Jalan sepanjang 500 meter di kolong Tol JORR ini di - tutup untuk pembangunan pier tol. Akibatnya, pengendara dari Jakarta ke Bekasi tidak lagi me - lintasi kolong Tol JORR.

Mereka akan dialihkan ke sisi barat Tol JORR sampai m - elintasi putaran balik (u-turn ) di dekat gerbang Tol Kalimalang I. Kendaraan kemudian dialihkan kembali ke Jalan KH Noer Alie menuju Bekasi. Sementara pe - ngendara dari arah Bekasi ke Jakarta ada dua pilihan jalan, yakni tetap melintasi kolong tol menggunakan jalur sebaliknya dan sisi selatan Kalimalang. Namun, sebagai pengganti jalur yang dipakai pelaksana proyek akan melebarkan Jalan KH Noer Alie dari 7 meter men - jadi 9 meter sehingga pe ngen - dara dari Jakarta ke Bekasi te tap leluasa. Rekayasa lalu lintas di Jem - ba tan Enam dan Galaxy berada di perempatan traffic light Galaxy, Dishub Kota Bekasi akan memasang traffic light di sisi selatan Kalimalang yang di gu - na kan sebagai lintasan pe ngen - dara dari Bekasi menuju Ja - karta.

Terakhir rekayasa di Galaxy-Grand Kamala Lagoon. Pengendara dari Bekasi di alih - kan ke sisi selatan Kalimalang saat berada di Grand Kamala Lagoon karena ruas jalan titik itu bakal ditutup. Deny Iskandar, 38, pe nge - mudi Honda City menuturkan, sejak dioperasikannya rekayasa lalu lintas di simpang bawah Tol Becakayu bukannya mengurai kemacetan malah menambah kemacetan menjadi semakin semra wut. Karena seluruh ken - da ra an yang mengarah ke Jakarta harus bertemu di sisi Jalan Tol Becakayu. “Jalurnya sempit, ja di tidak bisa me - nampung jum lah kendaraan,” kata warga Alexindo, Bekasi Barat ini.

Abdullah m surjaya








Berita Lainnya...