Edisi 16-05-2018
Belajar Agama dari Internet sehingga Mudah Mengikuti Ajaran Sesat


TIM Densus 88 Antieteror Mabes Polri bersama Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap dua terduga teroris di Palembang.

Kabar penang kapan itu dibenarkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. Para pelaku ber inisial HS alias AA, 39, dan HK alias AA, 38, warga Pekanbaru, Riau. Dari pemeriksaan awal di - ketahui, keduanya se dang meren ca na kan aksi pe nye rang an ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jabar, dan mem be bas - kan para napi teroris yang ditahan. Na mun, ka rena se lu ruh napi yang meng amuk ber hasil di ken da li kan, keduanya pun me mu tus kan ke Palembang un tuk kem bali menyusun stra - tegi. Ren ca nanya mereka akan menyerang Mako Brimob Sum sel.

Zulkarnain mengaku sem - pat berbincang dengan dua ter - duga teroris tersebut. Ke dua - nya mengubah nama setelah masuk da lam kelompok Ja - maah An sha rut Daulah (JAD). Dari obrol annya itu, Zulkar - nain me nye but ke dua pe la ku hafal Pancasila, te ta pi benci de - ngan dasar negara itu. Mereka ingin mengubah Pan ca si la men jadi khila fah sebagai target perjuangannya. “Saya tanya hafal Pancasila, ya mereka hafal Pancasila, tapi tidak Pancasilais, sangat tidak senang dengan Pancasila. Saya bilang sama mereka sila per - tama Ketuhanan yang Maha Esa, artinya kita beragama. Me reka ngotot, jadi saya ang gap me reka be - bal, mungkin me re - ka juga anggap saya bebal,” kata Zulkarnain.

Menurut dia, mereka me ng - aku menganut pa ham sa la fiyah me lalui penga ji - an. Me reka juga be - lajar ten - tang aga - ma dari in ter net sehingga mu - dah meng ikuti ajaran sesat. “Mereka paham nya salafiyah, katanya. Tapi saya kira tidak ada kaitannya dengan aga - ma,” ujar mantan Kabid Hu - mas Polda Metro Jaya ini. Bagi keduanya, semua orang yang di luar kelom pok - nya adalah kafir. Khusus bagi polisi, mereka anggap sebagai kafir harbi atau kafir musuh uta ma yang harus dimus - nahkan. “Tapi mereka beraksi ti dak sembunyi-sembunyi, ha - rus ber hadapan, misalnya mau ngebom,” ungkap jenderal bin - tang dua ini.

Zulkarnain menambah - kan, selama ini kelompok te ro - ris yang berafiliasi dengan ISIS ini berdiam diri dan tetap se - perti warga biasa. Setelah ke ru - suhan di Mako Brimob, mereka keluar dan bermaksud mela ku - kan amaliah. “Selama ini me - reka sleeping sel, senyap, tidak bergerak, tapi menunggu wak - tu. Begitu Mako Brimob pecah, mereka bergerak,” ucapnya. Secara umum dia me ne - gaskan, wilayah Sumsel kondi - sinya aman dan terkendali. Namun, tetap waspada se - hingga memang harus siaga dan ja ngan sampai jebol. Per - gerakan teroris susah ditebak dengan menjadi serigala yang berjalan sendiri mencari mang sa. “Sum sel masih ada sel-sel kelompok JAD. Karena kita ketahui ada tahun 2016 ada dua atau tiga orang yang di - amankan serta tahun 2017 ada delapan diamankan. Jadi kita tetap siaga,” ujarnya.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto meng - ungkapkan, Tim Densus 88 ma sih memburu delapan orang kelompok JAD Sumsel. Setyo mengatakan, anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri meringkus dua anggota JAD Sumatera Selatan dari tar - get delapan orang. Diung kap kan Setyo, ja ringan JAD Sum sel merencanakan pe nye rang an ke Markas Polda saat terjadi kerusuhan nara pidana teroris di Rumah Tahanan Cabang Sa lemba Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. “Ada de la pan orang yang masih diburu di Sumsel, me re ka masuk ja ring an kelompok JAD,” katanya.

Okezone/m yamin

Berita Lainnya...