Edisi 16-05-2018
Diginesia Ajak Mahasiswa Berwirausaha


BOGOR –Kalangan mahasiswa di lingkungan kampus didorong untuk me ngembangkan jiwa kewirausahaan.

Hal ini pen ting guna meningkatkan jumlah usaha mi kro kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air. Saat ini kalangan muda yang ingin mengembangkan UMKM pun lebih mudah ka re - na didukung peranan tek no - logi digital. Hal ini perlu di sam - but baik agar program pe ngem - bangan UMKM bisa se jalan de - ngan pemerintah. “Mahasiswa berperan pen - ting dalam meningkatkan jum - lah UMKM. Apalagi didukung dengan perkembangan digital yang semakin baik. Jadi ini me - mang memberikan manfaat le - bih dalam menambah UMKM,” ujar GM Komunikasi SINDO - news Rini Irawati di sela-sela Se minar Diginesia 2018 ber - tema “UMKM Prospect and Challenges In Milienial Era” yang digelar SINDOnews bekerja sama dengan SBM PRO In do - nesia di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, kemarin.

Pada kesempatan sama, Wa kil Rektor IPB Erika Bu diar - ti Laconi mengatakan, seminar Diginesia memberikan man - faat beragam terutama bagi ma hasiswanya yang ingin ber - wirausaha. “Bersama SBM In - donesia dan kerja sama dengan IPB, Diginesia akan me ning - katkan sumber daya manusia agar bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat umum mau pun akademisi,” ucapnya. Tidak hanya itu, Erika juga ber harap seminar ini bisa me - ningkatkan jumlah wi r a usa - hawan muda dengan me man - faatkan teknologi yang saat ini berkembang pesat. Pada seminar tersebut, ha - dir sejumlah nara sumber, yak - ni Ferdi Savio selaku Ceo Smart - plus Accelerator, Nita Ru msari sebagai Asisten Ma na jer Pela - yanan dan Ad ministrasi PLN Area Bogor, dan Riez ka Rah ma - tiana selaku Founder Kripik Ja - manow & Cake Ma sa depan.

Dalam paparannya, Ferdi Savio mengatakan, setiap wira - usahawan muda di zaman di - gital seperti saat ini harus me - miliki komitmen tinggi sebagai pijakan awal. Hal itu penting guna mengikat dan mem per - kuat niat dalam me ngem bang - kan sebuah usaha. “Menurut saya nomor satu harus ada di owner- nya. Sering kali bisnis itu kurang ko mit - men dalam menjalankan bis - nis. Dari delapan jam kerja itu malah mereka kerja hanya satu jam kerja,” ujar Ferdi. Dia menerangkan, apabila ko mitmen bisnis sudah di pe - gang, maka selanjutnya adalah menetapkan metode bis nis - nya. Metode yang baik akan men jadi acuan bagi langkah berikutnya dalam meng arah - kan bisnis.

“Cara mengetahui metode menjalankan bisnis, yak ni cek pasar dan ketahui apa keinginan pasar. Setelah itu, kenali pelanggan. Terus cari so - lusinya,” ujarnya. Menurut dia, penggunaan teknologi digital akan me mu - dahkan bagi para pebisnis muda untuk memulai. Apalagi dalam mempromosikan bisnis yang sedang dijalani. Pembicara lainnya, Asisten Manajer Pelayanan dan Ad mi - nis trasi PLN Area Bogor Nita Rumsari, mengatakan pentingnya peran listrik dalam ber - bisnis. Menurutnya, dalam era digital seperti sekarang ini men - jadi tantangan bagi PLN dalam mendistribusikan lis trik. Dia menambahkan, era di gi - tal juga telah mendorong PLN berinovasi dalam memberi kan layanan komunikasi yang mu - dah.

Salahsatunyale watap li kasi PLN Mobile untuk membuat layanan PLN se ma kin cepat. Pada seminar tersebut, salah satu yang menarik adalah pembahasan strategi pasar di era digital. Terkait hal itu, Super visor Suzuki DPM Bogor Yayat mengatakan, per usahaan telah mengubah strategi pasarnya salah satunya dengan me nerapkan beberapa tek nologi baru.

Sindonews

Berita Lainnya...