Edisi 16-05-2018
Kaca Pecah, Co-Pilot Sichuan Airlines Tersedot Keluar


SHANGHAI – Pesawat Sichuan Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat secara manual pada Senin (14/5) setelah kaca depan Airbus A319 pecah dan sempat menyedot ke luar seorang co-pilot.

Kap ten Liu Chuanjian dianggap se ba - gai pahlawan setelah pe sa wat itu mendarat dengan selamat. Berdasarkan penuturan Liu Chuanjian, kaca depan pe - cah pada ketinggian 9.700 meter. Saat itu, terdengar bu - nyi memekakkan telinga dan merobek kokpit. Tiba-tiba, rua ng an kokpit kehilangan te - kanan dan suhu turun drastis. Kala Chuanjian melihat ke se - keliling, dia mulai sadar kaca depan bagian kanan sudah ti - dak ada lagi di tempatnya. “Tidak ada peringatan apa pun. Tiba-tiba, kaca depan re - tak dan menimbulkan ledakan yang keras. Hal yang saya ingat, co-pilot saya tersedot separuh badan ke luar jendela,” kata Chuan jian, dikutip kantor be - rita Reuters.

“Semua yang ada di kokpit melayang. Sebagian besar per - alatan tidak berfungsi. Saya ti - dak dapat mendengar radio. Pe - sa wat bergerak begitu keras hing gasayatidakdapatmem ba - ca alat pengukur,” tambah nya. Co-pilot yang memakai sa - buk pengaman itu berhasil di - tarik kembali ke dalam kok pit. Badan Penerbangan Sipil Chi na menyatakan, dia menderita go - resan dan tangannya ter kilir. Seorang kru kabin lainnya ter - luka saat proses pendaratan pe - sawat. Namun, tidak ada se - orang pun dari 119 penum pang yang ada di pesawat ter luka. Hingga kemarin, pe nye li - dik an mengenai insiden terse - but masih berjalan. Sichuan Airlines 3U8633 lepas landas dari Chongqing pada Senin (14/5) pukul 06.25 waktu lokal menuju Lhasa. Pesawat itu me - la kukan pendaratan daru rat di sebelah barat daya Chengdu.

“Pesawat mulai bergoyang ketika kru kabin menyiapkan sarapan. Kami tidak tahu apa yang terjadi sehingga panik. Kemudian masker oksigen di - ke luarkan. Kami mengalami ja tuh bebas selama beberapa de tik sebelum kembali stabil,” kata seorang penumpang. “Sa yamasihgelisahdanti dak be rani naik pesawat lagi, ta pi sa - ya senang saya dapat se la mat da - ri insiden itu,” tam bah nya. Kaca depan pecah setelah pe sa wat terbang selama se te - ngah jam. Airbus A319 yang di - pakai Sichuan Airlines pada Juli 2011 telah memiliki jam ter bang hingga 19.912 jam. Insiden retaknya kaca depan biasanya terjadi akibat ta brak - an dengan burung atau ter - sambar petir.

Pada 1990, seorang pilot Bri tish Airways dengan nomor penerbangan 5390 tersedot separuh badan ke dalam jen - dela pesawat jet BAC-111 se telah kaca depan pecah di ke tinggian 7000 meter. Beruntung, dia berhasil selamat dari pe ristiwa tersebut.

Muh shamil







Berita Lainnya...