Edisi 16-05-2018
Komisi X Bakal Panggil Menpora


JAKARTA – Wacana pergantian nama kompleks Gelora Bung Karno Senayan menjadi Blibli Arena menjadi sorotan banyak kalangan.


Pergantian tersebut di nilai bisa menjadi preseden buruk karena akan menghilang kan sisi his toris dari kompleks olahraga terbesar di Tanah Air tersebut. “Kami berencana memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Iman Nahrawi untuk meminta kejelasan atas kabar tersebut. Memang hal itu masih wa cana, tetapi harus se - gera di perjelas karena Gelora Bung Kar no tidak sekadar kom - pleks olah raga, tetapi juga telah menjadi situs bersejarah di In - do nesia,” ujar Ketua Ko misi X DPR Djoko Udjianto di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, kabar ini harus segera diklarifikasi oleh pemerintah karena berpotensi menimbulkan kegaduhan. Apa - la gi, nama Bung Karno me ru pa - kan sosok pahlawan na sio nal yang juga proklamator ke mer - dekaan sekaligus pre si den per - tama RI. “Masih waca na, tapi prin sip - nya seperti ini, ke na pa mesti harus diganti? Ini kan namanya menghormati pro klamator kita, namanya kan Gelora Bung Kar - no,” ujarnya. Djoko mengatakan, pe me - rin tah harus hati-hati dengan wacana pergantian nama kom - pleks Gelora Bung Karno. Tidak boleh hanya karena per - tim ba ng an ekonomis, unsur lain yak ni sejarah dihilangkan begitu saja.

“Saya rasa peme - rintah sa ngat memper tim - bang kan hal itu. Kalau ini, kan masih isu. Bli bli Arena itu be - lum tentu juga. Nanti sehabis reses mau me min ta kon fir - masi kepada Ke men pora ten - tunya. Apa betul ada rencana pemerintah untuk mengganti nama, dan jika be tul, apa ala - sannya,” ungkapnya. Anggota Komisi X DPR Ni - zar Zahro menilai, wacana per - ubahan nama Istora Gelora Bung Karno (GBK) menjadi Bli - bli Arena sebaiknya dibatal - kan. GBK merupakan simbol ke bang saan bangsa sehingga su dah sepantasnya diberi na - ma Pahlawan Proklamator. “Sebaiknya wacana meng - ganti nama Stadion GBK men - jadi Blibli Arena dibatalkan saja. Per gantian nama GBK men jadi Bibli Arena sangat me - lecehkan harga diri bangsa.

Presiden Gus Dur memberinya nama Stadion GBK yang seb-e - lumnya bernama Stadion Uta - ma Senayan dengan maksud un tuk menghormati dan meng - hargai Bung Karno yang sudah payah membangun stadion ter - sebut. Terbukti, rak yat Indo ne - sia sangat bangga atas pena ma - an tersebut. Tidak ada satu pun rakyat yang protes atas pena - ma an tersebut,” ucap nya. Menurutnya, Nizar menilai bahwa wacana mengganti GBK dengan Blibli Arena akan mem - buat rakyat marah dan me nge - camnya. “Jangan sampai ke - ma rah an rakyat ini bisa meng - ganggu penyelenggaraan Asian Games,” tegasnya.

Mula akmal










Berita Lainnya...