Edisi 16-05-2018
Mantan Presiden Taiwan Dipenjara 4 Bulan


TAIPEI – Pengadilan di Taiwan memvonis mantan Presiden Ma Ying-jeou empat bulan pen ja ra karena membocorkan infor masi terkait keamanan nasional. Ma bertekad mengajukan ban ding atas vonis pengadilan tersebut.

Meski demikian, dia dapat menghindari penjara dengan membayar denda. Ini merupakan vonis per tama dari sejumlah gugatan hukum terhadap Ma sejak selesai menjabat pada 2015. Peng adilan Tinggi Taiwan mencabut ke - pu tusan pengadilan rendah yang sebelumnya menyatakan dia tidak bersalah. “Ma Ying-jeou melanggar Undang-Undang Komunikasi dan Pengawasan. Hukuman untuk pelanggaran itu adalah penjara empat bulan,” papar vo - nis pengadilan. Pengadilan menyatakan, Ma membocorkan informasi ter - kait keamanan nasional dan anggota parlemen oposisi Ker Chien-ming yang seharusnya rahasia negara.

Hukuman Ma itu dapat dihindari dengan mem bayar denda sebesar USD4.019, sesuai hukum di Tai - wan yang mengizinkan pem ba - yar an denda untuk meringan - kan hukuman dan menghindari penahanan di penjara. Ma menyatakan kepada me - dia Taiwan bahwa dirinya be - rencana mengajukan banding. “Kasus ini jenis gugatan kon s ti - tusional. Apa yang saya per - juangkan bukan hanya hak saya sendiri, tapi terkait bagaimana otoritas presiden Taiwan pada masa depan tidak boleh diba tasi,” papar dia. Dia menambahkan, “Selain itu, saya perlu menjelaskan masalah ini, saya jelas akan banding.”

Mantan pendukung oposisi Nasionalis atau Partai Kuomintang itu saat menjabat me miliki hubungan dekat de - ngan pemerintah China. Ma men jabat sebagai Presiden Tai - wan sejak 2008 hingga 2016. China menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsinya dan akan disatukan kembali, meski dengan kekuatan militer. Beijing telah meningkatkan aktivitas yang dianggap Taiwan bersifat permusuhan dalam dua tahun terakhir setelah ter pi lih - nya Tsai Ing-wen sebagai pre - siden menggantikan Ma. Tsai dianggap mendukung kemer - de ka an Taiwan dari China.

Syarifudin



Berita Lainnya...