Edisi 16-05-2018
Megaproyek PLTA Upper Cisokan Terhenti


BANDUNG BARAT - Pemkab Bandung Barat masih menunggu instruksi pemerintah pusat terkait kelanjutan pengerjaan megaproyek PLTA Upper Cisokan di Kecamatan Rongga.

Sejak lebih dari dua bulan ke belakang proyek di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Ka - bupaten Cianjur itu dihentikan aktivitasnya. Saat ini pengerjaan baru pada beberapa fasilitas umum seperti pembangunan new access road (akses jalan baru/jalan hantar) menuju lokasi Lower Dam Upper Cisokan, di Kecamatan Rongga yang baru tahap pengerasan. Begitu pun perbaikan sejumlah infrastruktur yang dibiayai Community Development (Comdev) PLTA Upper Cisokan ada beberapa yang dihentikan. Salah satunya pembangunan Puskesmas Cipongkor yang pengerjaannya baru sekitar 70% karena sejak 2017 dihentikan. ”Kenapa proyek ini dihentikan, padahal sudah berjalan. Sayang kalau tidak dilanjutkan,” kata seorang warga Rongga, Deden Supriatna, 40, kemarin.

Kabag Pembangunan pada Sekretariat Daerah (Setda) KBB Iyep Tamchur Rahmat menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pertemuan tingkat provinsi dengan PT PLN dan Kabupaten Cianjur terkait PLTA Upper Cisokan. Selain membahas kelanjutan megaproyek tersebut, juga menyangkut berbagai proyek Community Development (Comdev). ”Pertemuan sudah dilaksanakan, Jumat (4/5). Prinsipnya, PLN masih memperjuangkan proyek ini segera dilanjutkan lagi,” katanya. Menurutnya, lahan yang terkena proyek access roadmeliputi empat desa di dua kecamatan. Empat desa itu adalah Desa Cibitung dan Sukaresmi, Kecamatan Rongga, serta Desa Cijambu dan Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor.

Berdasarkan data, bantuan fisik yang diberikan PLN ke KBB dan Kabupaten Cianjur mencapai Rp400 miliar, masing-masing untuk KBB Rp225 miliar dan Cianjur Rp175 miliar. Bantuan itu digunakan untuk peningkatan rehabilitasi jalan kabupaten dan pembangunan rumah sakit lengkap dengan fasilitasnya.

Adi haryanto





Berita Lainnya...