Edisi 16-05-2018
Ombudsman Kembali Minta Keterangan Novel


JAKARTA – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) kemarin kem bali menemui penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Kedatangan ORI yang diwa kili komisioner ORI Adrianus Meliala tersebut untuk meng klarifikasi sejumlah hal ke pada Novel Baswedan. “Kami mengklarifikasi ber bagai hal yang kami sudah da pat kan di kepolisian untuk ke mu dian ya itu benar atau ti dak nya, ke ku - rang an dan kelebihan gi tu(kasus te ror penyiraman air keras),” ung kap Adrianus di Ge dung Merah Putih KPK, Ja kar ta, kemarin. Menurut Adrianus, Ombuds man telah mengantongi sejum lah keterangan dari Novel Bas wedan terkait penanganan per karanya oleh pihak ke po li sian. Nanti Ombudsman akan kem bali mengklarifikasi ke te - rang an Novel tersebut kepada pi - hak kepolisian.

“Nah, ini se mua di p erlukan dalam rangka ke simpulan akhir dari kegiatan Om - buds man selama ini, yaitu me la ku kan kegiatan investigasi dengan inisiatif sendiri,” paparnya. Investigasi Ombudsman dila kukan terkait ada informasi lam bannya jajaran Korps Bhayang kara dalam mengusut kasus teror penyiraman air keras yang menimpa Novel Bas we - dan. “Dugaannya bahwa Polri se suai dengan banyak yang bi - lang bahwa Polri dalam hal ini ti - dak fokus, tidak serius, me la ku - kan pembiaran dalam rangka pe nanganan kasus Novel, gitu, ma ka kami melakukan langkah ini,” tandasnya.

Pelaksana Harian (Plh) Ka - biro Humas KPK Yuyuk An dri - ati membenarkan ada pert e mu - an Ombudsman dengan Novel Bas wedan. “(Kedatangan Adri - anus) ada meeting dengan Biro Hu kum KPK. Iya (untuk bahas ka sus Novel Baswedan),” ung - kap nya. Namun, Yuyuk belum men jelaskan secara rinci poinpoin yang akan dibahas antara Om b udsman dan tim Biro Hu - kum KPK terkait kasus teror No vel Baswedan. Sekadar informasi, penyidik se nior KPK Novel Baswedan meng alami kerusakan mata dan ham pir buta setelah disi ram air ke ras oleh orang tidak di kenal pa da 11 April 2017 di kawasan ru mahnya di Kelapa Ga ding, Ja - kar ta Utara. Novel su dah men ja - lani operasi besar dua kali. Pada ope rasi pertama, ma ta kanan No vel Baswedan mu lai bisa me - lihat dan meng alami perbaikan yang signifikan.

Meskipun sudah mengalami per kembangan yang signifikan ter hadap mata Novel, jajaran ke polisian belum juga berhasil meng ungkap siapa dalang mau - pun pelaku penyiraman air ke - ras tersebut. Padahal, pihak ke - po li sian sudah merilis sketsa dua terduga pelaku penye rang - an terhadap Novel.

Sabir laluhu/okezone

Berita Lainnya...