Edisi 16-05-2018
Ancaman Nyata Dari Sel-Sel Teroris


Inisiatif empat terduga teroris dari Tambun membantu rekan mereka yang ditahan di Mako Brimob menjadi indikator tentang masih ba nyaknya sel-sel teroris yang aktif dan terus mengintai.

Kewaspadaan ber - sama harus segera diting kat - kan karena Indonesia akan me nerima kedatangan dele - gasi dari ratusan negara pada acara internasional dalam be - berapa bulan mendatang. Tra - gedi bom bunuh diri di tiga ge - reja dan Kantor Poltabes Su ra - baya dengan pola pelaku satu keluarga, bapak, ibu, dan anak-anak merupakan con - toh bahwa teroris ada dan siap melaksanakan aksi biadabnya kembali. Sebagaimana telah diberi - ta kan dan dijelaskan oleh Pol - ri, empat terduga teroris dari Tambun, Bekasi, berhasil di - sergap ketika mereka akan bergerak menuju Depok, saat situasi di dalam maupun di luar Mako Brimob pada Kamis (10/5) subuh itu sedang berselimut krisis.

Dengan mem - bawa sejumlah peralatan, seperti sangkur, golok, paku tembak, hingga peluru tajam, empat terduga teroris itu be - rencana membantu para na ra - pidana teroris melakukan per lawanan terhadap prajurit Polri yang sedang berupaya mengendalikan keadaan. Ber - kat kesigapan intelijen, ke - empat orang itu bisa disergap. Dua terduga teroris harus di - lumpuhkan dengan tem bak - an karena coba melakukan per lawanan. Seorang di anta - ranya tewas di tempat. Tidak hanya itu, ma sya ra - kat pun masih menduga-duga latar belakang dari seorang pria yang menikam Bripka Marhum Frence hingga tewas di kawasan Mako Brimob. Pe - lakunya memang sudah di - tem bak mati petugas.

Selain itu, polisi pun terpaksa me - nangkap, mengamankan, dan memeriksa dua perempuan yang diduga berencana me - nye rang polisi di Mako Bri - mob dengan gunting. Tiga peristiwa yang berkait langsung dengan 36 jam krisis di Mako Brimob itu bisa men - jelaskan sejumlah hal. Na - mun, ada tiga hal utama yang bisa langsung dibaca oleh orang awam sekalipun. Per ta - ma, penyergapan empat ter - duga teroris di Tambun itu menjelaskan bahwa masih ada sel-sel teroris yang aktif dan selalu mengintai. Dari aspek pengelompokan, tiap sel atau kelompok memang ti - dak besar jumlah per so nel - nya.

Jumlah per kelompok mungkin dalam hitungan jari, tetapi potensi ancamannya tetap saja besar, bahkan me - matikan. Kedua, selain sel-sel yang aktif, kelompokkelompok teroris ter - nyata juga punya simpatisan. Pelaku pe ni - kaman almarhum Brip ka Mar - hum Frence dan dua pe - rem puan yang berniat me nu - suk polisi de - ngan gunting itu bisa disebut sebagai sim patisan teroris. Ketiga, muncul amarah dari sel-sel teroris yang aktif dan juga kemarahan dari para simpatisan teroris itu. Ke marah an itu jelas-jelas sudah direfleksikan oleh ke - nekatan empat terduga ter - or is yang be rencana membantu rekan mereka di Rutan Mako Brimob, termasuk pe - nikam almarhum Bripka Mar hum Frence dan dua pe - rempuan yang membawa gun ting untuk menusuk ang gota Brimob.

Dengan begitu, negara masih menghadapi fakta ten - tang kemarahan dan dendam dari sel-sel teroris yang aktif, serta kemarahan dari para simpatisan teroris. Sel-sel teroris yang aktif berikut para simpatisannya bertebaran di banyak tempat. Fakta ini ada - lah ancaman nyata, yang su - dah barang tentu harus di - sikapi dengan sangat serius. Negara harus mampu men - dorong semua elemen masya - rakat untuk meningkatkan kewaspadaan bersama. Ma - sya rakat diharapkan bersedia bekerja sama dengan TNI dan Polri, dengan memberikan informasi yang relevan. Untuk melampiaskan ke - marahan dan dendam itu, selsel teroris biasanya akan mencari momentum.

Meng - ikuti cara pikir pelaku teror, biasanya mereka melan car - kan aksi atau serangan pada suatu momen yang dapat menyita perhatian khalayak in ter nasional. Da lam konteks Indonesia, tentu saja harus di - lihat rencana peristiwa-pe - ristiwa besar apa saja, ter ma - suk berskala internasional, yang akan di selenggarakan di dalam ne geri. Indonesia akan menjadi tuan rumah penye - lenggaraan Asian Games 2018 dan pertemuan tahunan Bank Dunia-Dana Moneter Inter nasional (IMF).

Minimalisasi Ancaman

Untuk mereduksi an cam - an nyata dari sel-sel teroris yang aktif itu, masyarakat akhirnya mengandalkan TNI dan Polri. Sebagaimana ter ba - ca dari aspirasi publik yang mendukung dan bersimpati kepada Polri saat ber lang - sungnya krisis di Mako Bri - mob, diyakini bahwa inisiatif TNI dan Polri menyisir sel-sel teroris di dalam negeri akan mendapatkan dukungan kuat dari masyarakat. Kelompokkelompok teroris yang masih aktif itu harus segera di - lumpuhkan. Krisis di Mako Brimob baru-baru ini tentu saja tak luput dari perhatian masya ra - kat internasional. Polri me - mang telah menunjuk kinerja yang luar biasa dan layak di - acungi dua jempol.

Namun, pada akhirnya semua elemen masyarakat juga harus me - nyadari jika publik inter na - sional akan mempertanyakan masalah keamanan dan ke ter - tiban umum di dalam negeri. Pertanyaan ini menjadi kon - sekuensi logis dari peristiwa di Depok itu. Untuk menjawab per ta - nyaan itulah, TNI dan Polri perlu segera meminimalisasi berbagai ancaman di dalam negeri, terutama ancaman nyata dari sel-sel teroris. Ja - karta, Bogor, Depok, Ta - nge rang, dan Bekasi harus bersih dari an - caman itu. Begitu juga Sumatera Se lat - an, khu sus - nya Kota Pa - lem bang dan se kitarnya.

Bali pun harus men da - pat per ha tian utama dari TNI dan Polri. Mengapa tiga area ini perlu di prio ri - taskan? Sebab, selepas Idul Fitri 2018 dan Pilkada serentak 2018, Indonesia akan menjadi tuan rumah dua event besar, yakni Asian Games 2018 yang akan dimulai pada pekan ke - dua Agustus di Jakarta dan Pa lembang. Peristiwa stra te - gis lain adalah rencana per te - muan tahunan (annual meet - ing ) Bank Dunia-IMF di Bali pada Oktober mendatang. Agar kedua event besar itu berjalan lancar dan aman, suasana dalam negeri harus kondusif. Dua event besar itu oto - matis menempatkan semua elemen masyarakat sebagai tuan rumah.

Agar Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik, partisipasi dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum. Sebab, dua event itu akan menghadirkan puluhan ribu tamu atau delegasi dari ratus - an negara. Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang akan diikuti oleh 45 negara dengan jumlah atlet lebih dari 15.000 orang. Dengan venue atau lokasi tanding yang ter - sebar di kawasan Jabo deta - bek dan Palembang, Asian Games 2018 direncanakan menggelar 462 nomor per - tandingan dari 40 cabang olahraga. Sementara pertemuan ta - hunan Bank Dunia-IMF di Bali akan dihadiri delegasi dari 189 negara. Forum ini memang dikhususkan bagi para petinggi IMF, Bank Du - nia, para menteri keuangan, dan para gubernur bank sentral.

Namun, total peserta pun diperkirakan lebih dari 15.000 orang. Sebab, para Menkeu dan gubernur bank sentral akan didampingi para staf. Di tam - bah lagi dengan kehadiran para pemimpin lembaga ke - uangan, para bankir dan pe - mimpin perusahaan besar lain, termasuk para peninjau. Dalam konteks pemba - ngunan ekonomi, event ini menjadi sangat strategis bagi Indonesia. Kedua event itu menjadi momentum bagi semua ele - men masyarakat untuk me - nunjukkan citra Indonesia yang bersahabat dan huma - nis. Karena itu, semua elemen masyarakat di berbagai dae - rah hendaknya terdorong men ciptakan suasana kon du - sif di dalam negeri. Pe mim pin DPR mendorong Polri dan TNI agar sejak dini meng an - tisipasi dan mewaspadai ber - bagai potensi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Indonesia harus kondusif sepanjang periode waktu menuju bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 2018, Pilkada serentak 2018, Asian Games 2018, hingga event perte mu - an tahunan IMF-Bank Dunia di Bali pada Oktober 2018.

Bambang Soesatyo
Ketua DPR RI, Dewan Pakar Majelis Nasional KAHMI 2017–2022


Berita Lainnya...