Edisi 16-05-2018
Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Melambat


JAKARTA – Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I/2018 tumbuh melambat menjadi sebesar USD358,7 miliar terdiri dari utang pemerintah d an bank sentral sebesar USD184,7 miliar serta utang swasta sebesar USD174,0 miliar.

ULN Indonesia pada akhir kuar tal I 2018 itu tumbuh sebesar 8,7% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuar tal sebelumnya yang mencapai 10,4% (yoy). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman mengatakan, perlambatan per tumbuhan ULN tersebut disebabkan ULN sektor pemerintah dan sektor swasta yang tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan kuar tal sebelumnya.

Selain untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kegi atan produktif dan investasi, ULN pemerintah juga digunakan untuk mendukung komitmen terhadap pendanaan hijau yang ramah lingkungan. Hingga akhir kuartal I/2018, ULN pemerintah tercatat sebesar USD181,1 miliar terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/sukuk negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar USD124,8 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar USD56,3 miliar.

”ULN pemer intah pada akhir kuar tal I/2018 meningkat USD3,8 miliar dari kuartal sebelumnya,” kata A gusman di Jak ar ta , ke marin. Menurutnya, peningkatan tersebut terutama bersumber dari penerbitan Global Sukuk sebesar USD3 miliar, yang di dalamnya termasuk bentuk Green Bond atau Green Sukuk Framework senilai USD1,25 miliar sejalan dengan komitmen pend anaan hijau yang ramah lingkungan. Sementara di sisi SBN, investor asing masih mencatat net buy SBN pada kuartal I/2018.

”Perkembangan ini tidak terlepas dari kepercayaan investor asing atas SBN domestik yang masih tinggi antara lain ditopang peningkatan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat R ating and Investment (R&I) pada 7 Maret 2018,” kata dia.

Adapun ULN swasta tumbuh melambat terutama dipengaruhi ULN sektor industri pengolahan dan sektor pengadaan listrik , gas, dan uap/air panas (LGA). Secara tahunan, per tumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor LGA pada kuartal I/2018 masing- masing tercatat sebesar 4,4% dan 19,3%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya.

Sementara pertumbuhan ULN sektor pertambangan meningkat dan pertumbuhan ULN sektor keuangan relatif stabil dibandingkan dengan per tumbuhan kuartal sebelumnya. Dia menuturkan, pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,2% relatif sama dengan pangsa pada kuar tal sebelumnya.

Perkembangan ULN total pada kuar tal I/2018 tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal I/2018 yang tercatat stabil di kisaran 34%. Rasio itu masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers.

Berdasarkan jangka wak tu, kata dia, struktur ULN Indonesi a pada akhir kuartal I/2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,1% dari total ULN.

Bank Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah ter us memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

kunthi fahmar sandy