Edisi 16-05-2018
Era Baru PSG


PARIS– Tugas berat menanti Thomas Tuchel sebagai nakhoda baru Paris Saint-Germain (PSG).

Juru taktik asal Jerman tersebut dituntut mampu mewujudkan ambisi Les Parisensberjaya di kancah Eropa sekaligus meyakinkan pemain-pemain bintangnya. Tuchel diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih baru PSG, Senin (14/5), dan telah menyepakati kontrak berdurasi dua tahun.

Presiden PSG Nasser al-Khelaifi mengatakan keputusan menunjuk mantan nakhoda Borussia Dortmund itu menggantikan Unai Emery berdasarkan reputasinya sebagai salah satu pelatih paling menjanjikan di Benua Biru saat ini. “Thomas Tuchel adalah salah satu pelatih terbaik dan kom petitif di Eropa yang bersinar dalam beberapa tahun terakhir.

Dia berprinsip kuat dalam memainkan sepak bola spektakuler dan klinis khas Jerman. Karakter kuat, semangat bersaing, dan permainan ofensifnya sejalan dengan apa yang PSG inginkan,” ucap Al-Khelaifi, dilansir france24.

Meski hanya mempersembahkan gelar DFB-Pokal bagi Dortmund pada musim 2016/ 2017, kepiawaian Tuchel dalam meramu skuad tergolong istimewa. Mengandalkan pemain-pemain muda, dia membuat permainan Die Borussena traktif dan agresif. “Dengan rasa sukacita, kebanggaan, dan ambisi, saya bergabung dengan klub besar PSG.

Saya sudah tidak sabar untuk bekerja sama dengan para pemain terbaik di dunia. Klub ini memiliki potensi besar dan ini merupakan proposal paling menarik dalam sepak bola,” ungkap Tuchel. Namun, bukan berarti tugas Tuchel akan mudah di Paris.

Pasalnya, PSG merupakan klub besar di Prancis yang telah menggelontorkan banyak uang dalam beberapa tahun terakhir untuk membangun skuad. Dengan demikian, sangatlah wajar jika ekspektasi klub dan fansbegitu tinggi. Minimal Tuchel bisa menyamai torehan Emery yang mampu mencatat treble winnerdi Prancis.

Meski memilih hengkang, Emery sejatinya mampu memenangkan Coupe de la Ligue, Coupe de France, dan Ligue 1 pada musim 2017/2018 serta dua kali menyabet Trophee des Champions (2016/2017). Beban terbesar tentu merebut titel Liga Champions.

Patut diingat, meski Emery begitu digdaya di pentas domestik pada musim ini, dia tidak mampu membantu PSG berjaya di Eropa. Kabarnya, kegagalan itu yang menyebabkan Emery memilih berpisah dengan Edinson Cavani dkk. Target itu bisa dimaklumi. PSG jelas tidak ingin dana melimpah yang dikeluar kan terbuang sia-sia.

Itu artinya, guna mem balas keper caya an yang diberikan petinggi klub, Tuchel wajib merebut trofi Liga Champions. Guna mewujudkannya, Tuchel harus membangun skuad yang lebih kompetitif. Lubang terbesar terdapat di lini tengah setelah Thiago Motta memutuskan pensiun. Pengganti ideal harus segera ditemukan. Tugas ini terbilang tidak mudah.

Berdasarkan track record, salah satu alasan Dortmund memecatnya pada 30 Mei 2017 karena kurang harmonisnya hubungan dengan para pemain. Tentu, itu tidak boleh terjadi lagi di Parc des Princes. Lalu, yang paling dinantikan publik adalah bagaimana cara Tuchel mempertahankan sang superstar Neymar.

Menurut rumor yang berkembang, bomber asal Brasil itu santer diburu raksasa Primera Liga, Real Madrid, hingga jagoan Liga Primer Manchester United (MU). Kabar kurang sedap menyebutkan jika mantan pemain Santos dan Barcelona tersebut tidak akan kembali ke Prancis seusai perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia. Konon, dia mempertimbangkan untuk hengkang.

Tuchel harus bisa mempertahankan Neymar karena kemampuannya sangat dibutuhkan. Terbukti, setelah dibeli dari Barcelona senilai 222 juta euro pada musim panas lalu, Neymar sudah jadi idola fansPSG secara khusus dan Prancis secara umum. Neymar juga punya kualitas mumpuni.

Terbukti, walau sudah absen pada 25 Februari lalu akibat retak tulang metatarsal, dia masih terpilih sebagai Pemain Terbaik Ligue 1 untuk musim 2017/2018. “Kondisi saya semakin baik. Awalnya, saya agak takut melakukan gerakan yang salah. Tapi, saya menghormati perkataan dokter,” ucap Neymar.

Karena itu, pendekatan personal harus dilakukannya untuk meyakinkan Neymar bertahan di Parc de Princes. Terlebih penyerang berusia 26 tahun itu dianggap sebagai instrumen penting bagi PSG untuk merajai Benua Biru pada musim depan.

alimansyah