Edisi 16-05-2018
Nadal Jadikan Italia Terbuka Pemanasan


ROMA - Petenis Spanyol Rafael Nadal mengaku apa pun hasil Italia Terbuka 2018 tidak akan memengaruhi persiapannya tampil di Prancis Terbuka, Senin (28/5).

Nadal memang menargetkan untuk kembali bangkit dari kekalahan baru-baru ini melawan Dominic Thiem pada perempat final Madrid Terbuka pekan lalu. Dia merasa yakin kemampuannya kembali bagus selama menjalani pertarungan di Roma.

Apalagi, ini merupakan kesempatannya meraih gelar ke delapan di Italia Terbuka, setelah sebelumnya pernah berjaya pada 2005, 2006, 2007, 2009, 2010, 2012, dan 2013. “Saya berada di Roma untuk melakukan yang terbaik. Italia Terbuka adalah turnamen yang pas untuk mempersiapkan diri demi Prancis Terbuka.

Hasil yang akan saya capai di Roma tidak akan berpengaruh pada persiapan saya di Paris. Semua turnamen clay-court berbeda. Saya tidak merasa tekanan untuk mempertahankan poin saya di Paris. Saya bangga dengan prestasi saya setelah cedera.

Saya melakoni pertandingan apik dan memenangkan dua gelar,” kata Nadal, dilansir tennis world usa. Nadal diprediksi akan melakoni laga ulang perempat final Thiem untuk kedua kali dalam dua pekan secara beruntun dan itu bisa saja menjadi pertemuan ketiga mereka pada musimclay-court Eropa tahun ini.

Nadal mengalahkan Thiem dengan 6-0, 6-2 pada perempat final Monte Carlo Open, tetapi Thiem membalaskan kekalahan tersebut dengan memetik kemenangan 7-5, 6-3 atas Nadal pada perempat final Madrid Terbuka.

Di Roma, musim lalu, Thiem juga mengalahkan Nadal dengan 6-4, 6-3 pada perempat final, tetapi Nadal membalaskan kekalahannya tersebut pada semifinal Prancis Terbuka dengan memetik kemenangan tiga set langsung dalam perjalanannya memenangkan gelar ke-10 yang bersejarah di Roland Garros.

Nadal harus rela menduduki peringkat 2 dunia setelah kekalahannya dari Thiem, tetapi dia memiliki peluang untuk kembali ke posisi puncak jika mampu memenang kan gelar kedelapannya di Roma. Musim ini di turnamen clay-court , Nadal telah mencatatkan 14-1, termasuk memenangkan gelar di Monte Carlo dan Barcelona untuk kali ke-11.

Dengan kemenangan dua set langsung atas Diego Schwartzman pada babak ketiga Madrid Open, Nadal memenangkan 50 set secara beruntun di atas clay-court dan mematahkan rekor John McEnroe yang mencapai 49 kemenangan set secara beruntun di lapangan yang sama.

“Saya tidak tertarik untuk memecahkan rekor. Dalam olahraga ini, Anda tidak me miliki banyak waktu untuk memikirkan tentang kekalahan. Setiap pekan akan selalu ada turnamen baru. Hanya ada satu pemenang. Itu bagian dari olah raga. Saya tidak bisa me ra - sa senang bahwa saya kalah dari Thiem.

Saya tahu alasannya dan saya bekerja bersama tim saya untuk memikirkan hal yang harus saya lakukan untuk menghindari kekalahan lainnya,” ungkap Nadal. Yang jelas, Nadal akan fokus terlebih dulu pada pertarungan pertamanya di Italia Terbuka. Namun, The King of Clay, julukan Nadal, masih menunggu lawannya dari pemenang laga antara Fernando Verdasco (Spanyol) dan Damir Dzumur (Bosnia).

raikhul amar





Berita Lainnya...