Edisi 16-05-2018
REI-UI Gelar Program Eksekutif


DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia menyelenggarakan Real Estate Executive Program.

Program ini bertujuan mencetak pengusaha muda yang memiliki kompetensi mumpuni di bidang real estat dari hulu sampai hilir serta memiliki kemampuan tajam membaca peluang investasi properti di Indonesia.

Real Estate Executive Program ini dinilai istimewa karena memadukan konsep manajemen modern dengan pengalaman nyata bisnis real estat dari para pakar real estat terkemuka di Indonesia.

“Program ini layak diikuti para profesional muda yang ingin meningkatkan kompetensinya, sekaligus menjalin network bisnis real estat,” ungkap Amran Nukman, Ketua DPD REI DKI Jakarta. Lewat institusi pendidikan, kata Amran, REI DKI Jakarta ingin mendukung dan mendorong lahirnya sumber daya manusia sebagai pelaku bisnis di industri real estat.

“Karena itulah, berbeda dengan program sejenisnya, Real Estate Executive Program lebih mengedepankan cara seseorang mencapai sukses, khususnya calon pengembang atau pengembang pemula,” tuturnya. Setiap materi yang disampaikan merupakan ilmu yang mengikuti kondisi bisnis terkini.

Kurikulum yang diangkat pun lebih up to date sesuai kebutuhan industri real estat. “Selain itu, tenaga pengajarnya merupakan senior REI sekaligus praktisi properti yang terbukti sukses menjalankan bisnis real estat selama puluhan tahun,” ucapnya.

Beberapa di antaranya Soelaiman Soemawinata, Ketua Umum DPP REI; Dr Lukman Purnomosidi, Presiden Direktur Eureka Group; Amran Nukman, Ketua DPD REI DKI Jakarta; Wahyu Sulistio, Direktur Metropolitan Land Tbk; Meiko Handoyo, Direktur Ciputra Group; Adri Istambul Lingga Gayo, Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Pertanahan; Thomas Go, Roysan Aruan, Chandra Rambey, Hargo Mandirahardjo, Hery Sulistyono, dan Ghofar Rozag Nazila.

Dalam setiap sesi materi yang diajarkan, mahasiswa Real Estate Executive Program langsung diajarkan hal-hal yang bersifat teoritis maupun sharing pengalaman lapangan dengan tenaga pengajar.

Beberapa materi yang diajarkan di antaranya mindset dan platform bisnis properti, perencanaan bisnis, pembebasan lahan, lingkungan, permodalan, hukum (legal). Lukman Purnomosidi, Presiden Direktur Eureka Group, dalam sharing session pada pokok bahasan membangun bisnis real estat menjelaskan beberapa tantangan sekaligus peluang yang terbuka lebar di sektor perumahan.

Di antaranya, tantangan terkait dampak penurunan nilai tukar rupiah terhadap bisnis properti di Tanah Air, cara jitu dalam bertindak, mengubah tantangan menjadi peluang. Pelaku usaha dalam negeri saat ini cukup waswas karena sinyal yang dikirim BI bahwa salah satu cara menyelamatkan rupiah ialah menaikkan suku bunga acuan BI 7 days repo rate .

Meski masih menjadi pilihan keputusan yang dilematis bagi BI, rezim bunga rendah, mau tidak mau tampaknya bakal berakhir. “Kalau sudah bicara suku bunga, hampir pasti pengaruhnya akan dirasakan semua sektor usaha, tidak terkecuali sektor properti dan perumahan.

Karena itu, pengembang perlu mencermati implikasinya terhadap bisnis properti,” sebutnya. Dalam kondisi pasar properti yang masih lemah seperti sekarang, diharapkan pemerintah mengeluarkan kebijakan yang merelaksasi dunia usaha, seperti kebijakan keringanan perpajakan, suku bunga, dan kebijakan lainnya.

rendra hanggara