Edisi 16-05-2018
Wahana Seru untuk Keluarga


TAMAN hiburan Hong Kong Disneyland (HKDL) menjadi tempat favorit saat ber wi sa ta ke Hong Kong. Taman yang terletak di Pu lau Lantau, Hong Kong ini menghadirkan banyak wahana permainan untuk anggota keluarga.

Hong Kong Tourism Board (HKTB) mengajak para wartawan dari Indonesia mengunjungi tempat wisata. Salah satunya Hong Kong Disneyland (HKDL). Menurut pemandu wisata, Vivian Wong, untuk mencapai HKDL bisa menggunakan bus sewaan, mobil pribadi, atau Mass Transit Railway (MTR).

Dia menyarankan untuk menggunakan MTR Tung Chung line (warna orange) hingga Stasiun Sunny Bay. Sampai di Sunny Bay, kemudian berganti kereta khusus jurusan HKDL. “Kereta menuju HKDL sangat mudah dikenali karena dari desain jendela hingga interior kursi dan pegangan tangan semua berupa ciri khas Mickey Mouse,” ujar Vivian, beberapa waktu lalu.

Sekitar pukul 11.00, pintu masuk utama HKDL sudah dipenuhi banyak wisatawan. Mereka tampak asyik berfoto di depan pintu masuk berwarna hijau yang ikonik tersebut. Saat memasuki pintu masuk HKDL, pengunjung diiringi alunan instrumen dari berbagai soundtrack film dan film kartun karya Walt Disney Company. Toko suvenir berjejer berdesain unik dan cerah.

Wahana pertama yang dikunjungi, yakni Iron Man Experience-Presented by AIA. Untuk menikmati wahana ini, pengunjung memakai kacamata 3D StarkVision. Kursi yang bergerak secara otomatis sesuai dengan cerita di layar membuat pengunjung seolah-olah sedang ikut beraksi bersama Iron Man melawan para robot.

“Di wahana ini Anda seolah-olah berada di pesawat canggih dengan teknologi Stark Industries. Anda berkeliling Kota Hong Kong dan membantu Iron Man membasmi robot Hydra yang merusak kota,” ujar Vivian.

Setelah puas menikmati keseruan membasmi robot Hydra jahat dan berfoto bersama Iron Man di Iron Man Tech Showcase, dilanjutkan masuk ke Fantasy Garden. Pengunjung dapat berfoto di antara bunga-bunga dan kastil cantik bak di negeri dongeng. Masuk ke dalam kastil terdapat Royal Princess Garden.

Di sini pengunjung dapat berfoto dengan tokoh Putri Disney Favorit. Menjelang siang, rombongan wartawan diajak untuk makan siang di Explorer Clubís. Seperti namanya, restoran ini mengajak pengunjung untuk mengeksplorasi desain interior bergaya Timur Tengah dan Asia yang klasik namun penuh warna.

Menurut Restaurant Manager HKDL Wendy Cheng, restoran Explorer Clubís adalah satu-satunya restoran di HKDL yang menyediakan makanan halal. “Restoran ini menyajikan empat jenis makanan, di antaranya Indonesian Spice, Korean Tresures, Southeast Asian Delights, dan Flavors of Japan.

Keempat jenis makanan ini dibagi lagi ke dalam submenu yang semuanya halal,” ujar Cheng yang mengatakan tersedia menu nasi goreng khas Indonesia. Selain itu, disediakan pray room yang bersih dan nyaman. Dilanjutkan mengunjungi Toy Story Land.

Berbagai karakter di film Toy Story , seperti koboi cerdik Woody, prajurit luar angkasa Buzz, dan dinosaurus jenaka Rex dibangun cukup besar sehingga seolah-olah pengunjung kembali merasa menjadi anak-anak. Di Toy Story Land, pengunjung dapat menikmati sensasi naik-turun menggunakan parasut prajurit mainan di Toy Soldier Parachute Drop.

Tantangan yang lebih menegangkan terjadi saat menaiki wa hana RC Racer. Di wahana ini, pengunjung menaiki mobil balap mainan di jalur rel setengah melengkung dengan ketinggian 27 meter. Sejumlah pengunjung pun terdengar berteriak histeris karena mobil yang bergerak naik-turun dan ketinggian lintasan yang memompa adrenalin.

Dilanjutkan dengan mencoba roller coaster di Slinky Dog ZigZag Spin. Tak seperti roller coaster lain yang memiliki kecepatan tinggi dan ketinggian puluhan kilometer dari bawah tanah, roller coaster ini cukup lambat dan tak terlalu tinggi. “Roller coaster ini cocok dinikmati bersama anak-anak,” ujar Vivian. Jangan lupa mampir ke rumah klasik Mystic Manor.

Seperti namanya, rumah ini memiliki nuansa mistis dan cukup menyeramkan. Pengunjung menaiki Mystic Magneto-Electric Carriage. Pengunjung pun memasuki galeri seni dengan barangbarang bersejarah yang dapat “hidup”. Terdapat delapan tema ruang galeri yang barangbarang bersejarahnya dapat “hidup”, di antaranya Musical Instruments, Mediterranean Antiquities, The Solarium, dan The Slavic-Nordic Chamber.

dwi nur ratnaningsih