Edisi 16-05-2018
Heritage Menteng 37 Kolaborasi Desain Klasik dan Modern


PT Bangun Inti Artha, konsorsium pengembang Pikko Group dengan Wijaya Wisesa Realty mulai melaksanakan pembangunan cagar budaya (heritage ) Apartemen Menteng 37 di lahan seluas 6.000 meter persegi.

Direktur Utama PT Bangun Inti Artha Nio Yantony mengatakan langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian dan peran aktif Menteng 37 dalam menjaga kelestarian salah satu bangunan cagar budaya bersejarah Kota Jakarta di kawasan Menteng. “Kondisi ini merupakan pride tersendiri bagi kami karena diberi kesempatan untuk berpartisipasi.

Heritage dibangun dengan memadukan gaya masa lampau dan gaya masa kini, serta tetap menjaga nilai historis di dalamnya,” ucap Yantony. Ke depan, heritage ini difungsikan sebagai ruang pertemuan dengan tetap memperhatikan atmosfer sejarah perjuangan merebut kemerdekaan dan disesuaikan perkembangan aspek ekonomis.

“Karenanya, upaya menjadi kawasan Apartemen Menteng 37 dengan menghidupkan kembali dan melestarikan heritage -nya sebagai ikon baru kawasan Menteng membutuhkan peran serta banyak pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, serta pakar, terutama arsitek,” sebutnya.

Apartemen Menteng 37 merupakan residen t ial bintang lima. Dirancang dengan fasilitas roof top pool dan gym , privat lift, semi furnished house di mana para penghuni langsung dapat menghuni unitnya. Boy Bhirawa, arsitek konservasi Heritage Menteng 37, mengatakan, pembangunannya telah melalui kajian menyeluruh, baik teknis maupun arkeologis.

Unsur heritage -nya tetap terjaga dan aspek historis maupun ekonomis tetap diperhatikan. “Pembangunan heritage Menteng 37 ini merupakan pendayagunaan positif yang dilakukan pihak swasta.

Masyarakat atau penghuni apartemen ini nantinya tetap bisa melihat elemen sejarah maupun ëspirit of placeí dari gedung ini,” ucap Bhirawa. Nilai kelangkaan heritage di kawasan Menteng ini sejalan dengan eksistensi sejarah di sekitar Menteng.

Seperti, Gedung Joeang 45 dan Perintis Kemerdekaan, Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Masjid Cut Meutia, Masjid Sunda Kelapa, Gereja St Theresia, dan Gereja Paulus. Apalagi Menteng kini berkembang mengikuti pesatnya pembangunan Jakarta.

“Eksklusivitas Menteng sebagai kawasan paling prestius dapat dilihat dari terbatas lahan di kawasan ini dan jadi salah satu pemicu meningkatnya harga tanah,” pungkasnya.

anton c