Edisi 17-05-2018
Ramadan, Momen Wujudkan Kedamaian


JAKARTA - Bulan Ramadan menjadi momentum bagi seluruh umat muslim untuk mewujudkan kedamaian di tengah peristiwa teror bom yang terjadi di beberapa daerah.

Selama bulan suci yang penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat ini, umat di wa jib - kan berpuasa untuk mem ben - tuk pribadi bertakwa. Ajaran Islam identik de ngan kerahmatan, kasih sa yang, dan kedamaian. Oleh ka rena itu, jika ada muslim yang sikap dan pe - rilakunya ber tentangan dengan ajaran utama itu maka ada dua kemungkinan. Pertama, mung - kin pelaku tersebut ku rang me - mahami ajaran agama Islam se - cara utuh. Kedua, seorang muslim perilakunya bisa bert en - tangan dengan ajaran Is lam ka - rena memiliki kepentingan lain di luar kepentingan agama. Untuk mengembalikan Is - lam pada ajaran yang sub stan tif itu, umat Islam perlu ber in tro - speksidiri.

“Selainitu, jugaharus ber usaha mengarah kepada tujuan dan ajaran agama tersebut. Momen puasa Ra ma dan sangat tepat untuk melakukan muhasabah itu,” kata Rek tor Uni versitas Islam Ne geri Su nan Ampel (UINSA) Surabaya Abdul A’la kemarin. Menurut A’la, upaya me wu judkan keda maian perlu diserukan secara lantang oleh be be rapa organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Per sa - tuan Tar biyah Islamiyah (Per ti). Se lain itu, masyarakat perlu di - fasilitasi untuk melakukan mu - hasabah tersebut. Menurut dia, meski ada beberapa ormas keagamaan yang berdiri di Indonesia, umat Islam di Tanah Air perlu mem - biasakan diri berkomunikasi, bersilaturahmi, dan me ngem - bang kan budaya tolong-me - nolong dengan siapa pun. Tu - juannya adalah dengan me nge - depankan sikap hormat-meng - hormati.

“Sebab inilah yang dilakukan Rasulullah semasa hidup beliau,” katanya. Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Se ma - rang Muhibbin mengatakan, Ramadan bisa menjadi momen untuk mewujudkan keda mai - an umat muslim di tengah teror bom yang menimpa Surabaya dan Sidoarjo, dan kemarin ter - jadi lagi di Riau. Ramadan sa - ngat dihormati sebagai bulan yang penuh rahmat dan am - punan Allah SWT. Berbeda dengan teroris yang tidakkenalkebajikanyangjus tru dalam suasana iba dah me re ka memanfaat kannya untuk me - lakukanaksi.“S e bagaiumat be ri - man, kita harus meng har gai bu - lan suci ini de ngan selalu ber buat baik. Jika semuanya was pada, insya Allah kita akan me ne mu - kan kedamaian dan ke nya man - an di bulan ini,” ka tanya.

Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) me lak - sa nakan salat tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, tadi malam. Presiden didampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin, Men ko Polhukam Wiranto, Men sesneg Pratikno, Sekkab Pramono Anung, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar yang men - jadi khatib dalam ceramahnya menyatakan pentingnya niat yang sungguh-sungguh dalam menjalankan puasa Ramadan. Bertindak selaku imam salat tarawih gelombang pertama Al Hafiz Muhasyim, sedangkan imam salat tarawih gelombang kedua Ahmad Husni Ismail.

Neneng zubaidah/ant