Edisi 17-05-2018
Menag Imbau Hindari Persekusi Pemakai Atribut Agama


Terjadinya teror bom di sejumlah wilayah di Indonesia membuat Polri meningkatkan kewaspadaannya.

Sayangnya hal ini menyebabkan munculnya kecurigaan khusus pada stereotip tertentu, yakni orang yang memakai atribut seperti yang digunakan teroris di Su rabaya, misalnya cadar dan bu sa - na sarung cingkrang. Misalnya sebuah video yang viral di internet menampilkan aparat yang memeriksa seorang pria yang mengenakan ba ju koko dan sarung cing - krang membawa kardus dan tas ransel. Pria tersebut tam - pak marah-marah sambil mem bongkar kardus dan ran - sel bawaannya atas perintah polisi yang membawa senjata laras panjang.

Kemudian sebuah video perempuan bercadar digiring keluar dari bus di Terminal Ga yatri, Tulungagung, Jawa Timur ju ga menghebohkan media sosial. Petugas Dinas Perhubungan dan kepolisian setempat me mastikan pengusiran itu tidak benar. Video berdurasi 30 de tik yang diunggah ke situs ber bagi video itu jadi perbin cangan lantaran di - beri judul provokatif. Menteri Agama (Menag) Luk man Ha kim Syaifudin meng imbau agar seluruh rak yat Indo nesia tetap menghar gai sebagian masyarakat yang memilih me ngenakan cadar. Me nurut dia, penggunaan ca dar me ru - pa kan bagian dari pemahaman ke aga - ma an yang diyakini oleh sebagian ma - sya ra kat di Indo - nesia.

“Jadi oleh karenanya, saudara-saudara kita yang bercadar kita hargai dan hor mati dia. Karena itu adalah haknya untuk melaksanakan bagai ma - na pengamalan pemahaman agama yang dimilikinya,” ujar Lukman dalam acara silatu rahmi kebangsaan dalam rangka memperingati hari lahir Pan casila 1 Juni di Masjid Istiqlal, Jakarta, kemarin. Dia memahami adanya ke - khawatiran, keresahan, bah - kan kecurigaan di masyarakat kepada sebagian masyarakat yang mengenakan cadar. Hal ini menyusul adanya stigma negatif yang berkembang se te - lah banyak terjadi aksi teror belakangan ini.

Dikatakannya, hal ini harus dijawab langsung oleh ma sya - rakat pengguna cadar bahwa keberadaannya memberikan rasa aman pada ling ku ngan - nya. Berbagai cara bisa dila ku - kan untuk menunjuk kan bahwa keberadaan ma syarakat peng guna cadar sama sekali bu kanlah ancaman bagi ma - sya ra kat. “Oleh karenanya, ha - rus lebih kooperatif, harus le - bih terbuka, harus lebih bisa membaur dengan lingkungannya sehingga semua kita me - rasa aman meskipun ada se sa - ma kita yang menggunakan ca - dar,” tandasnya. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik tindakan petugas Dinas Perhubungan yang me - nu runkan seorang santri dari atas bus umum Bagong jurusan Trenggalek di Terminal Ga ya - tri, Tulungagung, Jawa Timur.

Me nurut dia, jangan sampai ada pelembagaan Islamophobia ka re na terjadi pelembagaan Islam. Menurut dia, Islamophobia akan menimbulkan saling curiga di masyarakat. “Itu m enim bulkan keresahan. Jadi sekarang kita juga tentu harus memeriksa dan melihat dari mana kok tiba-tiba ini muncul kembali tindakan teroris,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Ge - rindra ini. Dia pun berharap agar ja - ngan sampai tindakan tero ris - me justru memecah belah bangsa Indonesia. “Saya yakin tokohtokoh dari lembaga-lem baga semuanya yang ter kait dengan institusi agama Is lam, semua kan selalu damai,” se butnya.

Namun dia tidak mem per soalkan upaya peningkatan kewaspadaan dari para petugas atau aparat ke aman - an, terutama di wilayah objek vital. “Tapi mi sal nya kalau di luar ba gaimana, di luar orang naik bus mau diperik sa, yang benar aja gitu yah . Mau berapa juta orang yang diperiksa,” ujarnya. Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar meng - imbau semua pihak untuk lebih arif dan matang dalam me nanggapi aksi teror yang melanda sejumlah kota besar di Indonesia.

Nasaruddin mengatakan, aksi teror tidak perlu direspons de - ngan aksis teror lanjutan seperti persekusi terhadap seseorang yang belum tentu merupakan pelaku teror. “Seluruh tokoh agama di - min ta lebih arif dan matang. Karena kalau kita larut dengan pan cingan-pancingan seperti ini, kita menjadi orang yang tidak ma tang,” kata Nasaruddin seusai ber temu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta.

Sindonews/okezone