Edisi 17-05-2018
Pengasuh Anak Yatim Itu Ditabrak saat Akan Rapat Ramadan


Pnyerangan Polda Riau oleh sekelompok teroris pagi kemarin menyisakan duka yang mendalam. Akibat insiden di pintu gerbang polda ini, Ipda Auzar, anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Riau, meninggal dunia.

Serangan teroris dengan me na brakkan mobil ke pe tu - gas se ki tar pukul 09.00 WIB tersebut mem buat Ipda Auzar ter pen tal hing ga beberapa me ter. Lantar an meng alami luka yang cukup parah, nya wa - nya tidak ter se lama tkan mes ki sudah di la - ri kan ke Rumah Sakit Bha yang kara Riau. Meninggalnya Ipda Auzar dengan cara tra gis saat bertugas ini mengagetkan ba - nyak pihak di provinsi yang dikenal dengan Bumi Lancang Kuning ini. Bagi warga Pe - kanbaru dan Riau umumnya, Ipda Auzar bukan lah polisi bia sa. Se lain pro fe sinya se - bagai apa rat keamanan, po li - si yang lahir di Tan jung Alam pada 9 No vem ber 1962 ini juga dikenal luas se ba gai tokoh aga - ma yang ke rap mem be rikan tausiah di berbagai tempat.

Polisi senior yang sosoknya religius ini juga memiliki ke nal - an luas baik dari kalangan polisi berpangkat rendah hingga jenderal. Di luas dinas kepolisi - an, war ga yang tinggal di Bam - bu Kuning, Hangtuah, Pe kan - baru ini, juga sangat dekat de - ngan ka langan anak yatim dan piatu. Bahkan, selain memiliki pe san tren, Ipda Auzar juga me - nge lo la sekitar 500 anak yatimpiatu dan anak kurang mampu. Kepribadiannya yang san - tun, rendah hati, dan memiliki pertemanan luas itu membuat ba nyak orang yang merasa sa - ngat kehilangan. Tangis ke luar - ga, rekan di jajaran kepolisian, dan masya rakat pun tidak terbendung saat almarhum dimakamkan se cara militer di Tempat Pe ma kaman Umum (TPU) Mayang Sari, Kelurahan Bambu Kuning, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Sedih dan rasa kehilangan mendalam inilah yang juga dirasakan Wakapolri Komjen Syafruddin. Wakapolri ke ma - rin turut hadir langsung ke Pekanbaru untuk menyaksikan pemakaman Ipda Auzar. Dia mengaku memiliki hubungan sangat dekat dengan sosok almarhum dan sudah meng - anggap seperti saudara karena mengenal lebih dari 20 tahun. “25 tahun persaudaraan saya dengan almarhum mulai dari sopir, urus anak-anak dari kecil sampai dewasa, sampai be ru - mah tangga dan sampai seka - rang almarhum bolak-balik Jakarta-Pekanbaru untuk urus ibu dan anak-anak saya,” ujar Wakapolri. Komjen Syafruddin mengaku sangat kaget atas wafatnya Ipda Auzar. Apalagi, perwira pertama ini meninggal sangat mendadak.

Bahkan beberapa jam sebelumnya tepatnya pukul 07.05 WIB, almarhum sempat berkirim pesan via WhatsApp ke dirinya. Isi pesan tersebut adalah per - mo honan maaf Ipda Auzar dan ke luarga karena akan me ma - suki Bulan Suci Ramadan. Kesedihan juga tidak bisa disembunyikan dari raut Pe lak - sana Tugas Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Kapolda Riau Irjen Pol Nandang, dan Wakapolda Riau Brigjen Per - madi yang turut hadir dalam pemakaman. “Beliau ini se - orang ustaz, tokoh agama, kami merasa kehilangan,” kata Direktur Polisi Lalu Lintas Polda Riau Kombes Rudi Sarifudi, yang merupakan pimpinan almarhum.

Dia mengakui almarhum Ipda Auzar adalah sosok yang religius dan tidak pernah me - ning galkan salat. Dia juga mem benarkan almarhum me - mi liki ratusan anak yatim. Almarhum tidak pernah putus menafkahi mereka. “Para ulama di Riau dan berbagai daerah sudah mendengar kabar beliau meninggal. Semua tadi pada na ngis. Dia seorang guru me - ngaji di wilayahnya,” ucapnya.

Tugas Agenda Ramadan

Kombes Rudi menceritakan bahwa pagi kemarin Auzar memang ditugaskan ke Polda Riau untuk melakukan koor - dinasi dengan Polda Riau ter - kait program keagamaan selama Ramadan. “Sebelum berangkat, tadi dia salat duha. Selain salat wajib, dia juga tidak pernah ketinggalan salat sunat,” ujarnya. Seusai salat, almarhum pun berangkat ke Mako Polda Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Pe - kanbaru.

Sekitar pukul 09.00 WIB, dia sampai ke Polda Riau. Na mun saat tiba di gerbang Pol - da Riau, mobil terduga teroris menabraknya. Auzar terpental hingga beberapa meter. Setelah menabrak Ipda Auzar, kawan - an teroris terus menyerang se - jumlah anggota dengan sa mu - rai. Situasi terkendali se te lah empat teroris berhasil di tem - bak mati petugas. Tidak berapa lama, anggota polisi lang sung membawa Auzar yang luka parah ke Rumah Sa kit Bhayangkara Polda Riau. Na - mun sekitar pukul 10.00 WIB, Auzar dinyatakan meninggal. Almarhum gugur dalam usia 55 tahun dengan mening - gal kan seorang istri dan tiga anak.

Dari rumah duka, jenazah disalatkan terlebih dulu di Masjid Alhamdulillah sekitar pukul 16.00 WIB se - belum dimakamkan. Di rumah duka, polisi dan TNI melaku - kan upacara pelepasan dan dilanjutkan dengan upacara secara militer di TPU Mayang Sari. Tembakan salvo dilepas - kan sebelum jenazah dike - bumi kan. “Semoga darmabakti yang ditempuh almarhum bisa jadi suri teladan bagi kita, dan arwahnya diterima di sisi Allah SWT,” kata Wakapolda Riau Brigjen Permadi saat me mim - pin upacara pemakaman. Ipda Luar Biasa Anumerta Auzar meninggalkan seorang istri bernama Erlina, tiga anak, dan satu cucu.

Di kepolisian, Ipda Auzar menjabat pegawai administrasi 2 SIM di Subditre - gi dent Ditlantas Polda Riau. Selain mengakibatkan Ipda Auzar meninggal, dalam penye rangan di Polda Riau kemarin, dua jurnalis dan dua petugas juga mengalami lukaluka karena turut ditabrak mobil Toyota Avanza yang ditumpangi teroris. Empat teroris ditembak mati, sedangkan satu tersangka masih dalam pengejaran. Para terduga teroris yang menyerang beraksi saat Polda Riau sedang melakukan ekspose tentang narkoba.

Okezone