Edisi 17-05-2018
Penyelenggara Harus Fokus Peningkatan Pemilih


JAKARTA - Penyelenggaraan pe milu raya di Malaysia menjadi pelajaran penting bagi persiap an Pemilu Serentak 2019 di Tanah Air.

Pemilu raya di negeri ji ran tersebut dipandang sukses dari sisi tingginya par ti si pasi pemilih serta mencuatnya per tarungan program di banding kan isu SARA. Apalagi, pemilu tersebut ter golong bersejarah karena per tama kalinya koalisi partai po litik oposisi yang tergabung da lam Pakatan Harapan ber hasil menumbangkan dominasi B a risan Nasional sebagai rezim pe nguasa. Keberhasilan Pa katan Harapan salah satunya di penga ruhi oleh tingkat partisipasi kalangan muda yang de mi kian tinggi.

“Partisipasi pemilih da l a m pemilu Malaysia me n capai 85% itu angka yang sangat ting gi. Partisipasi pemilih salah satunya dipengaruhi an tusias me generasi muda untuk ter libat menjadi pemilih. Hal ini bisa menjadi pembelajaran b a gi penyelenggaraan Pemilu Se rentak 2019,” ucap anggota De wan Kehormatan P enye - leng gara Pemilu (DKPP) Alfitra Sa lam dalam sebuah diskusi di Ja karta kemarin. Dia menjelaskan, ke ikut - ser ta an para pemilih muda ter - se b ut didorong atas keinginan me reka untuk mengubah ko n - di si negara untuk menjadi lebih baik. Apalagi, Pakatan Ha rap - an mampu memunculkan isuisu yang dekat anak muda.

“Me - reka ikut memilih karena ingin meng ubah karena isu yang di - ba wa Partai Harapan me nyen - tuh kehidupan dan ekonomi anak-anak muda. Seperti ni - kah, kawin, dan pajak-pajak yang berkaitan dengan anak mu da bukan hanya mau di ku - rangi,” ungkapnya. Kemenangan Pakatan Ha - rap an, lanjut Alfitra, juga di pe - nga ruhi kelambanan dari ko a - li si parpol penguasa untuk me - la kukan reformasi internal. Aki bat reformasi yang tidak ber jalan itulah, akhirnya terj a - di kebusukan-kebusukan di in - ter nal partai-partai anggota Ba risan Nasional (UMNO). Dari berbagai fakta di atas, ka ta Alfitra, Indonesia bisa meng ambil pelajaran penting da lam proses pemilu di Ma laysia di mana pertarungan ide atau program lebih men do mi - na si dibandingkan dengan isuisu sektarian.

Kondisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan be berapa pemilu penting In do - ne sia dalam beberapa waktu ter akhir yang mengedepankan isu SARA dibandingkan d e - ngan pertarungan program dan gagasan. “Yang patut di - con toh bahwa politik SARA ham pir tidak ada meskipun hoax juga ada karena janji-janji pa ra kandidat,” jelasnya. Hal senada disampaikan peng amat pemilu Harun Husein. Penulis buku Pemilu Indo ne sia: Fakta, Angka, Analisis, dan Studi Banding tersebut me nga takan menangnya Ma - ha thir Muhammad dan Pa - kat an Ha rapan menjadi pe lajar an be ta pa oposisi mampu me nang ji ka cerdas memilih isu untuk d i ta warkan kepada pub lik. “Fak tor Mahathir, faktor opo si si nya lagi naik daun, dan par ti si pa si pemilihnya ting gi,” ucap nya dalam kesem patan yang sama.

Menurut Harun, parti sipasi pe milih pemula di Ma laysia me ningkat drastis. Pemilih p e mula ini yang di manfaat kan oleh Mahathir dalam me raup sua ra dengan sistem dis trik. “Dia pintar meng ang - kat se jum l ah isu yang populer se perti meng gratiskan pajak ke pada ge nerasi muda seperti pa jak SIM serta kampanye men g ang kat isu kegagalan p eta hana,” ungkapnya.

Mula akmal